Warga Belopa Desak Penertiban Cafe Ilegal Usai Pria Ditemukan Tewas di Ulo-Ulo

Metroluwuraya.com, Luwu | Belopa – Suasana tenang di sekitar Jembatan Desa Ulo-Ulo, Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, mendadak berubah mencekam setelah seorang pria ditemukan tewas mengapung pada Sabtu pagi, 27 Desember 2025, sekitar pukul 08.30 WITA. Korban diketahui bernama Muhammad Reski alias Bapak Sifa (40), seorang pelaut asal Dusun Benteng, Desa Lauwa.

Kejadian tragis itu berawal sejak dini hari. Seorang warga bernama Sinar mengaku dikejutkan oleh seseorang yang menggedor pintu rumahnya sekitar pukul 02.30 WITA sambil meminta pertolongan. Orang tersebut diketahui bernama Halim, yang melaporkan bahwa rekannya terjatuh ke perairan di sekitar jembatan Ulo-Ulo.

Bacaan Lainnya

Upaya pencarian langsung dilakukan bersama warga lainnya, termasuk Syamsu Alam (Ocang). Namun derasnya arus dan kondisi air pasang membuat pencarian tak membuahkan hasil.

Sekitar pukul 06.00 WITA, Halim yang kelelahan meminta rekannya mengantarnya pulang. Beberapa jam kemudian, tepat pukul 08.00 WITA, seorang anak bernama Kia (10) menemukan sesosok tubuh pria mengapung dalam posisi tengkurap di pinggir empang, berdekatan dengan sepeda motor korban. Penemuan itu segera dilaporkan kepada warga dan aparat.

Tak berselang lama, aparat gabungan dari Polsek Belopa, Sat Polair, dan Polres Luwu turun ke lokasi dipimpin langsung Kasat Polair IPTU Alpian dan Kapolsek Belopa AKP Ralim, S.H., M.H. Jenazah dievakuasi ke RSUD Batara Guru, sementara sepeda motor korban diamankan sebagai barang bukti.

Kasat Reskrim Polres Luwu IPTU Ibnu Rabbani mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dan Halim sebelumnya sempat mengonsumsi minuman keras di salah satu cafe di kawasan Ulo-Ulo.

“Mereka membeli lima botol minuman, namun hanya tiga yang diminum. Dua botol lainnya disimpan di bagasi motor,” jelas Ibnu Rabbani.

Dalam perjalanan pulang sekitar pukul 01.30 WITA, korban yang mengendarai motor diduga terjatuh ke perairan. Halim yang dalam kondisi mabuk berat tak menyadari kejadian tersebut dan tertidur di pinggir jalan hingga terbangun dan baru menyadari rekannya menghilang.

Keluarga korban sempat mengajukan permintaan autopsi, namun setelah mendapat penjelasan menyeluruh dari pihak kepolisian, mereka akhirnya menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi lanjutan. Jenazah korban dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 10.40 WITA untuk dimakamkan.

Peristiwa ini memicu reaksi keras dari warga Belopa. Mereka mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar segera menertibkan bahkan menutup cafe-cafe tak berizin di kawasan Ulo-Ulo yang diduga bebas menjual minuman keras.

Menjelang pergantian tahun, kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. Mereka menilai maraknya peredaran miras di cafe ilegal berpotensi menimbulkan kembali insiden serupa.

“Sudah tidak berizin tapi tetap jual miras. Ini sangat berbahaya dan harus segera ditertibkan,” ujar salah seorang warga.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menentukan langkah penindakan terhadap tempat hiburan yang diduga melanggar aturan di wilayah tersebut.

 

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *