Metroluwuraya.com| Seorang balita bernama Muhammad Arsyaf (2), warga Desa Buntu Karya, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang pada Rabu (11/3/2026) sore. Hingga malam hari, warga bersama tim gabungan dari Basarnas Pos Palopo, BPBD Luwu, serta Tim Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran masih melakukan upaya pencarian.
Insiden hilangnya balita tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lapangan, korban sebelumnya berada di dalam kamar rumah bersama ibunya.
Seorang warga setempat, Sumarni, mengatakan bahwa ibu korban sempat meninggalkan anaknya di kamar untuk mengambil pisang yang sedang dijemur di luar rumah. Namun saat kembali beberapa saat kemudian, anak tersebut sudah tidak berada di dalam kamar.
“Ketika menyadari anaknya tidak ada di dalam rumah, ibu korban langsung panik dan berteriak meminta bantuan warga sekitar. Beberapa tetangga kemudian datang dan ikut membantu melakukan pencarian di sekitar rumah dan lingkungan terdekat,” ujar Sumarni saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Dari pantauan di lokasi, warga sejak sore hingga malam menyisir berbagai area di sekitar rumah korban, mulai dari pekarangan, kebun, hingga jalan-jalan kecil di sekitar permukiman. Meski begitu, hingga beberapa jam pencarian dilakukan, korban belum juga ditemukan.
Komandan Pos SAR Palopo, Rifman, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait hilangnya seorang anak yang diduga berada dalam kondisi membahayakan. Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR segera berkoordinasi untuk melakukan penanganan di lapangan.
“Kami menerima laporan pada Rabu sore mengenai seorang anak berusia dua tahun yang dilaporkan hilang di Desa Buntu Karya. Saat ini tim sedang berkoordinasi dan melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian,” kata Rifman.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan sementara dari keluarga dan warga sekitar, terdapat saluran pengairan di dekat rumah korban yang berpotensi menjadi lokasi anak tersebut terpeleset.
“Di bagian depan rumah terdapat saluran irigasi yang biasa dimanfaatkan warga untuk kebutuhan pertanian. Sementara di bagian belakang rumah terdapat sungai kecil yang terhubung dengan aliran air tersebut,” jelasnya.
Rifman menambahkan, dugaan sementara korban terpeleset ke saluran air atau sungai kecil yang berada di sekitar rumahnya karena lokasi tempat tinggal korban memang berada dekat dengan aliran air.
Saat ini, sebagian personel Basarnas Pos Palopo masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk memperkuat proses pencarian.
“Sebagian personel kami masih menuju lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian,” ujarnya.
Sementara itu, warga bersama aparat desa, relawan, BPBD Luwu, Damkar Luwu, dan Basarnas terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan saluran air di sekitar lokasi.
“Pencarian difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi jalur korban terbawa arus, termasuk di sekitar semak-semak yang berada di sepanjang aliran sungai kecil tersebut,” pungkas Rifman.
Hingga berita ini ditulis, balita tersebut belum ditemukan. Tim gabungan bersama warga masih terus melakukan pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.
(*)






