Metroluwuraya.com | Pihak Madrasah Aliyah (MA) Salumakarra, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, akhirnya angkat bicara terkait dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang merugikan siswa. Kepala MA Salumakarra, Basri Nuhung, menegaskan bahwa praktik tersebut dilakukan secara sepihak oleh oknum guru, tanpa sepengetahuan pihak manajemen sekolah.
Basri mengungkapkan, pihak sekolah baru mengetahui adanya dugaan pemotongan dana PIP setelah menerima laporan langsung dari wali siswa beberapa waktu lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut, dewan guru segera menggelar rapat internal untuk membahas dan mengambil langkah penyelesaian.
“Iye pak, itu dilakukan oleh oknum guru. Beberapa minggu lalu dewan guru sudah merapatkan dan membicarakan hal tersebut dengan keputusan dana yang dipotong harus segera dikembalikan kepada siswa penerima. Kami juga sudah memberikan peringatan keras kepada oknum guru yang bersangkutan,” ujar Basri Nuhung saat dikonfirmasi media, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, selama ini pihak sekolah tidak pernah mengetahui adanya praktik pemotongan maupun pungutan liar terhadap dana PIP. Menurutnya, laporan resmi baru diterima pada tahun ini dari wali murid.
“Kami selaku kepala sekolah tidak pernah tahu jika ada pemotongan atau pungutan liar sebelumnya. Laporan baru kami terima tahun ini dari wali siswa dan langsung kami tindak lanjuti. Kejadian tersebut kurang lebih terjadi sekitar satu bulan lalu,” jelasnya.
Basri kembali menekankan bahwa pemotongan dana PIP tersebut bukan kebijakan sekolah, melainkan perbuatan pribadi oknum guru yang diberi kewenangan menangani penyaluran bantuan.
“Kami perlu menegaskan bahwa ini bukan kebijakan institusi. Ini murni tindakan sepihak oknum guru tanpa sepengetahuan pihak manajemen sekolah. Kami sudah mengambil langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ke depan, pihak MA Salumakarra berkomitmen untuk memperketat pengawasan dalam proses penyaluran bantuan pemerintah, khususnya dana PIP, guna memastikan hak siswa diterima secara utuh dan tepat sasaran.
(Tim Redaksi)






