Revitalisasi Rp3,7 Miliar Diresmikan, SMKN 2 Luwu Tancap Gas Menuju Sekolah Vokasi Unggul

Metroluwuraya.com, Luwu | Kepala SMK Negeri 2 Luwu bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi meresmikan Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SMKN 2 Luwu, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala SMKN 2 Luwu Nur Insani, S.Pd., M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Ridwan Syam, S.Sos., M.M, serta Kejaksaan Negeri Luwu yang diwakili oleh Kepala Seksi Intelijen Andi Ardimaan, S.H., M.H.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Ridwan Syam menegaskan bahwa peresmian ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul melalui pendidikan berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional.

Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Luwu atas dukungan dan pengamanan proyek revitalisasi pendidikan, sehingga seluruh pekerjaan dapat berjalan aman, tertib, dan sesuai perencanaan. Menurutnya, sinergi antara Kejaksaan dan Dinas Pendidikan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program strategis ini.

Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru di 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Khusus untuk Kabupaten Luwu, realisasi program tersebut bahkan telah melampaui target, dengan tingkat penyelesaian lebih dari 100 persen, dan kini telah dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sebagai penerima manfaat, Kepala SMKN 2 Luwu Nur Insani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti atas perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan.

SMKN 2 Luwu pada tahun 2025 menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp3.795.737.000, yang digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, sekolah ini juga memperoleh dukungan Digitalisasi Pembelajaran berupa perangkat pembelajaran berbasis teknologi guna memperkuat proses belajar mengajar.

“Bantuan ini sangat berarti bagi seluruh warga sekolah. Kami kini memiliki toilet yang lebih layak dan higienis, rehabilitasi 13 ruang kelas, pembangunan ruang BK, ruang administrasi, ruang praktik siswa Teknik Sepeda Motor, ruang OSIS, ruang UKS, serta pengadaan meubelair. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan semangat belajar peserta didik,” ujar Nur Insani.

Ia menambahkan, melalui dukungan revitalisasi dan digitalisasi, SMKN 2 Luwu berkomitmen untuk terus memperkuat pendidikan vokasi, khususnya pada kompetensi keahlian Akuntansi dan Manajemen Bisnis, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Dengan jumlah siswa lebih dari 895 orang, sekolah siap memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal guna mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Luwu Andi Ardimaan, S.H., M.H., mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, menjelaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional, sehingga Kejaksaan memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawalan dan pengamanan.

Hal ini sejalan dengan Pedoman Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengamanan Pembangunan Strategis Nasional dan Daerah, yang bertujuan menciptakan kondisi kondusif bagi kelancaran pembangunan secara objektif, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai serta pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu menciptakan kenyamanan dan meningkatkan mutu pembelajaran bagi para siswa.

 

 

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *