Metroluwuraya.com — Sejumlah pengelola yayasan dan penyedia Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG MBG Luwu yang dinilai lamban dan tidak profesional dalam menjalankan tugas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini Kabupaten Luwu menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang belum memiliki dapur MBG yang beroperasi. Kondisi tersebut diduga kuat disebabkan oleh lemahnya koordinasi dan minimnya komunikasi dari pihak Korwil SPPG setempat.
Beberapa pengelola yayasan mengaku kesulitan berkomunikasi dengan Korwil, baik melalui pesan singkat maupun panggilan telepon.
“Kalau di-chat tidak dibalas, di-telepon juga tidak diangkat. Akibatnya, komunikasi terkait kelengkapan dan kesiapan dapur MBG jadi sangat lambat,” ungkap salah satu pengelola dapur yang enggan disebutkan namanya.
Selain persoalan komunikasi, para pengelola juga menyoroti keberadaan Korwil yang disebut jarang berada di Luwu dan lebih sering di Kabupaten Gowa. Korwil tersebut bahkan dikabarkan merangkap jabatan sebagai koordinator SPPG di Gowa, padahal dirinya merupakan putra daerah Luwu dan telah ditunjuk untuk bertugas di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai membuat proses pendampingan dan koordinasi di lapangan menjadi tidak efektif.
Lambannya progres pelaksanaan program MBG di Luwu turut menjadi perhatian Ketua Jaringan Pemuda Pemerhati Masyarakat Luwu (JP2ML), Ismail Ishak. Ia menilai kinerja Korwil SPPG Luwu perlu segera dievaluasi karena dianggap menjadi faktor utama penghambat program.
“Kami meminta pihak BGN agar segera mengevaluasi kinerja Korwil SPPG Luwu. Jangan sampai program nasional yang sangat baik ini terhambat hanya karena satu orang yang tidak bekerja maksimal,” tegas Ismail, Jumat (10/10/2025).
Ismail menambahkan, sejumlah dapur di Luwu sebenarnya sudah lolos verifikasi dan siap launching, namun belum bisa beroperasi lantaran Korwil kerap memberikan berbagai alasan dan tidak melakukan pendampingan sesuai prosedur.
Dengan kondisi tersebut, para pengelola dapur berharap pihak terkait segera mengambil langkah tegas agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Luwu dapat berjalan sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Tim | Redaksi)






