Metroluwuraya.com, Palopo | Kasus pembunuhan terhadap karyawati Honda Sanggar Laut Palopo, Fenny Ere, akhirnya terungkap setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam. Berdasarkan keterangan Kapolres Palopo, AKBP Safi’i Nafsikin, pelaku adalah seorang pria bernama Ahmad alias Ah, warga Jalan Nanakang, Kota Palopo, yang sebelumnya pernah bekerja di rumah korban.
Kapolres menjelaskan bahwa pelaku telah lama menaruh perhatian terhadap korban karena sering melihatnya pergi dan pulang kerja. Selain itu, pelaku dan teman-temannya kerap berada di sekitar rumah korban. Pada malam kejadian, 25 Januari 2024, pelaku yang sebelum memulai aksi bejatnya pelaku sempat mengonsumsi minuman keras lalu memanjat tembok belakang rumah korban sekitar pukul 02.00 WITA.
Setelah masuk ke dalam kamar korban, pelaku mendapati Fenny Ere sedang tidur. Korban terbangun dan berusaha melawan, namun pelaku memaksanya kembali masuk ke kamar. Dalam pergulatan tersebut, kepala korban dibenturkan hingga tak sadarkan diri dan mengalami pendarahan. Pelaku kemudian membersihkan darah di tempat kejadian dan menemukan kunci mobil korban.
Setelah itu, pelaku mengikat korban dan membawanya ke daerah Battang, tempat yang sering dikunjunginya untuk mendaki. Di lokasi tersebut, pelaku menguburkan jenazah korban. Selain itu, pelaku juga membawa koper serta barang-barang milik korban, sementara mobilnya ditinggalkan di Makassar, kota tempat pelaku pernah bekerja.
Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku melalui sidik jari yang ditemukan di mobil korban. Berdasarkan bukti yang kuat, tim kepolisian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku di Bone-Bone, Luwu Utara. Saat hendak ditangkap, pelaku berusaha melawan, sehingga pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembak betis kanannya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini merupakan pembunuhan berencana dan pemerkosaan. Keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan efektivitas kerja kepolisian dalam mengungkap kejahatan melalui bukti forensik dan investigasi yang mendalam. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan orang-orang yang pernah bekerja di rumah.(Redaksi)


Komentar