Hingga Petang Tak Dijamu: RS Hikmah Belopa Dikecam soal Pelayanan Gizi

Kesehatan, Sorot1589 Dilihat

LUWU, Metroluwuraya.com | Seorang pasien rawat inap di Rumah Sakit Hikmah Belopa, Kabupaten Luwu, dilaporkan tidak mendapatkan jatah makan siang hingga menjelang malam pada Kamis (29/5/2025). Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan dari pihak keluarga pasien dan memicu sorotan terhadap sistem pelayanan rumah sakit.

Pasien bernama Rasda Anggraini, yang dirawat di ruang Rawat Inap Jasmine 13, diketahui belum menerima makan siang hingga pukul 17.58 WITA. Suaminya yang sedang bekerja saat kejadian mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan rumah sakit yang dinilai lalai.

“Kami sangat kecewa. Seharusnya rumah sakit bisa memastikan pasien mendapat makan tepat waktu. Ini sudah hampir malam, tapi istri saya belum makan sejak siang,” ujar suami pasien saat dikonfirmasi.

Keterlambatan distribusi makanan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai sistem manajemen internal RS Hikmah Belopa, terutama terkait layanan gizi pasien. Padahal, pemenuhan asupan nutrisi secara tepat waktu merupakan bagian penting dari proses pemulihan pasien dan merupakan hak dasar yang harus dipenuhi.

Menurut pantauan di lapangan, tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak rumah sakit kepada keluarga mengenai adanya kendala dalam distribusi makanan. Kondisi ini memperparah kekecewaan keluarga yang telah mempercayakan penuh perawatan pasien kepada rumah sakit.

Sejumlah pengunjung rumah sakit yang mengetahui kejadian ini turut menyampaikan keprihatinannya. Mereka berharap insiden ini tidak dianggap sepele dan menjadi momen evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan RS Hikmah Belopa.

“Hal seperti ini tidak bisa dianggap biasa. Jika satu pasien tidak diberi makan, bagaimana dengan pasien lain yang mungkin tidak punya keluarga untuk mengawasi?” ungkap seorang pengunjung.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Hikmah Belopa belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pemberian makan kepada pasien. Upaya konfirmasi kepada bagian pelayanan gizi dan manajemen rumah sakit juga belum membuahkan hasil.

Keluarga pasien berharap pihak manajemen rumah sakit melakukan perbaikan menyeluruh, terutama dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar pasien selama menjalani perawatan. Mereka juga meminta agar ada transparansi serta tanggung jawab dari pihak rumah sakit dalam menangani kejadian serupa di masa depan.

(Redaksi)

Komentar