Oleh : Hartati,S.Pd
SMP Negeri 4 Kahu
METROLUWURAYA.COM | Pendidikan karakter dan budi pekerti memang harus diterapkan pada setiap anak sejak dini. Pada anak usia sekolah dasar harus dilatih dan diajarakan bagaimana pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti, karena pada anak usia sekolah dasar merupakan pondasi awal anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi insan yang berakhlak dan mempunyai kecerdasan bukan hanya akademik saja melainkan juga kecerdasan emosialnya.
Adanya pendididkan karakter dan budi pekerti dari usia dini diharapkan siswa dapat menempatkan diri kepada siapa dan dimana mereka berada, serta mampu menghargai dan berprilaku dengan orang lain secara baik.
Salah satu bentuk upaya penanaman pendidikan karakter dan budi pekerti di lingkungan sekolah yaitu dengan menerapkan budaya 5S. Budaya 5S adalah senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Upaya ini memang sederhana namun memiliki peranan dalam pembentukan karakter peserta didik. Berikut akan kita ulas hal-hal yang terkait dengan budaya 5S:
1. Senyum
Senyum adalah gerak tawa tanpa suara yang tercermin pada bibir yang mengembang sedikit. Sering kita dengar bahwa senyum merupakan ibadah. Hal itu mungkin benar, karena saat kita tersenyum berarti kita dalam keadaan bahagia, maka secara tidak langsung kita sudah menyebarkan kebahagiaan dan aura positif kepada orang lain. Senyuman yang tulus menjadikan hubungan masing-masing individu menjadi lebih meyenangkan.
2. Salam
Salam adalah pernyataan hormat, selamat, sejahtera, damai, tenteram yang digunakan untuk mengomunikasikan rasa hormat kita atas kehadiran orang lain, sebagai bentuk rasa perhatian kita kepada orang tersebut. Salam dalam hal ini bukan hanya berarti berjabat tangan saja, namun mengucapkan salam menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Mengucapkan salam dan menjawab salam adalah salah satu amalan saleh yang telah diajarkan dan tanpa kita sadari sebenarnya kita telah menunjukkan perhatian kita terhadap orang yang kita tegur dengan salam. Hal itu akan mempererat persaudaraan.
3. Sapa
Sapa secara sederhana memiliki makna kata-kata ntuk menegur. Maka tegur sapa yang dilakukan dengan ramah yang kita ucapkan, membuat suasana menjadi akrab dan hangat.
4. Sopan
Sopan merupakan rasa hormat kita baik saat bicara, berjalan di depan orang yang lebih tua, atau bahkan saat kita berinteraksi dengan orang lain. Bukan hanya itu saja, sopan dalam berpakaian juga merupakan hal yang penting. Hal itu akan menumbuhkan rasa saling menghormati satu sama lain.
5. Santun
Dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, santun memiliki pengertian sangat sopan, lemah lembut berbudi bahasa, penuh rasa belas kasihan, suka menolong, berakhlak mulia.
Nilai-Nilai Karakter Dalam Budaya 5S:
1. Nilai toleransi
Nilai toleransi adalah menghargai dan menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan untuk menumbuhkan kerukunan antar sesama.
2. Peduli sosial
Peduli sosial adalah ketertarikan untuk membantu orang lain dalam hal kebaikan.
3. Cinta damai
Cinta damai adalah sikap, perkataan, atau tindakan yang menyebabkan orang lain senang dan nyaman atas kehadiran kita.
Adapun hal yang bisa menunjukkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah merupakan teladan bagi peserta didik dalam membudayakan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) adalah sebagai berikut:
1. Pendidik dalam hal ini adalah guru, setiap pagi menyambut peserta didik didepan gerbang sekolah dengan penuh keramahan. Kemudian menyapanya dengan sopan, sedangkan pesrta didik dengan sopan santun mengucapkan salam kepada gurunya dan mencium punggung tangan gurunya. Hal ini akan mmunculkan energi positif yang akan terbawa sampai proses pembelajaran berakhir.
2. Pendidik yang masuk ke kelas selalu mengucapkan salam, menyapa dengan sopan dan santun kepada peserta didik.
3. Apabila dalam proses pembelajaran, pesrta didik melakukan kekeliruan. Maka pendidik akan menasehati dengan ramah, sopan, dan santun.
4. Saat berada di sekolah semua pendidik dan tenaga kependidikan harus lebih berhati-hati dalam bersikap dan berucap, bahkan menanamkan pada dirinya bahwa dialah teladan bagi peserta didik.
5. Antar pendidik dan semua warga sekolah harus selalu menerapkan budaya 5S disetiap kali bertemu. Maka akan dirasakan suasana kerja yang menyenangkan.
6. Peserta didik yang berada di sekolah selalu dengan sadar mematuhi budaya 5S dengan menggunakan kata-kata yang sopan saat bertanya dan berbicara kepada semua warga sekolah.
7. Antar pesrta didik juga harus membangun budaya 5S satu sama lain, agar dapat dirasakan rasa toleransi, cinta damai, dan meningkatkan rasa peduli sosial diantara mereka.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa budaya 5S merupakan salah satu cara untuk menanamkan pendidikan karakter. Apabila semua warga sekolah menerapkan budaya 5S dalam keseharian mereka maka hal itu akan menjadikan warga sekolah berkepribadian baik. Jika 5S diterapkan dalam konteks sekolah maka warga sekolah terutama peserta didik akan belajar bagaimana menghormati satu sama lain dan memiliki belas kasihan, suka menolong selain itu akan terjalin tali silaturrahmi antar warga sekolah dengan baik. (*)






