Palopo| METROLUWURAYA.COM – Kemudahan memperoleh akses pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirasakan langsung oleh Icchin Rante Allo (23), peserta JKN dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang berdomisili di Dusun Pantan, Kabupaten Tana Toraja.
Telah menjadi peserta JKN selama sekitar lima tahun, Icchin mengaku kepesertaannya memberikan manfaat ketika membutuhkan pelayanan medis. Ia dapat mengakses layanan kesehatan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga fasilitas kesehatan rujukan sesuai dengan kebutuhan medis.
Saat ditemui di RSUD Sawerigading Kota Palopo, Senin (3/8), Icchin menyampaikan bahwa keberadaan Program JKN memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika harus mendapatkan pengobatan. Menurutnya, mekanisme pelayanan maupun proses rujukan dapat dijalani dengan relatif mudah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Selama saya menggunakan BPJS Kesehatan, saya merasa tidak ada yang dipersulit. Semua proses berjalan dengan mudah. Apalagi sekarang sudah ada Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta dalam mengakses informasi dan berbagai fitur layanan yang ada,” ujar Icchin.
Menurut Icchin, kemudahan tersebut semakin terasa dengan adanya transformasi digital yang dilakukan BPJS Kesehatan. Melalui Aplikasi Mobile JKN, peserta dapat memperoleh beragam informasi serta mengurus kebutuhan administrasi kepesertaan secara lebih praktis hanya melalui telepon genggam.
Ia juga menilai besaran iuran JKN masih berada pada tingkat yang terjangkau. Bagi Icchin, iuran yang dibayarkan setiap bulan sebanding dengan manfaat yang dapat dirasakan ketika dirinya maupun anggota keluarga membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Saya dan keluarga merasa bahwa iuran BPJS Kesehatan yang dibayarkan setiap bulan masih sangat sesuai dan tidak terlalu membebani. Jika dibandingkan dengan manfaat yang didapatkan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, menurut saya biaya tersebut sudah cukup baik,” katanya.
Meski demikian, Icchin berharap peningkatan kualitas pelayanan JKN terus dilakukan, terutama terkait persoalan antrean di sejumlah fasilitas kesehatan. Ia berharap peserta yang membutuhkan layanan medis dapat memperoleh pelayanan secara lebih cepat dan nyaman.
“Saya berharap Program JKN ini dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga masyarakat yang membutuhkan pengobatan bisa mendapatkan layanan dengan lebih cepat. Salah satu hal yang masih perlu menjadi perhatian adalah antrean yang terkadang cukup panjang di fasilitas kesehatan,” tuturnya.
Upaya memberikan pelayanan yang semakin mudah dan nyaman terus dilakukan BPJS Kesehatan melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan menghadirkan fitur antrean online pada Aplikasi Mobile JKN.
Fitur tersebut memungkinkan peserta mengambil nomor antrean sebelum mendatangi fasilitas kesehatan, sehingga proses kunjungan diharapkan menjadi lebih praktis sekaligus membantu mengurangi waktu tunggu peserta.
(*)






