Diduga Gunakan Kemasan Bergambar Ayat Suci Al-Qur’an, Pedagang Es Serut di Pasar Malam Luwu Tuai Sorotan

Metroluwuraya.com, Luwu | Seorang pedagang es serut di arena pasar malam yang berlangsung di Lapangan Desa Kadong-Kadong, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sabtu (18/7/2026), menjadi perhatian masyarakat setelah diduga menggunakan gelas minuman bergambar tulisan Arab yang diduga merupakan kutipan ayat suci Al-Qur’an.

Berdasarkan dokumentasi yang beredar di tengah masyarakat, pada bagian luar gelas terlihat terdapat kaligrafi dan tulisan Arab yang menyerupai potongan ayat Al-Qur’an. Penggunaan kemasan sekali pakai dengan motif tersebut memunculkan beragam tanggapan dari warga karena dinilai berpotensi mengurangi penghormatan terhadap kesucian ayat-ayat suci, terlebih setelah gelas selesai digunakan biasanya dibuang atau menjadi sampah di sekitar lokasi kegiatan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah warga berharap panitia penyelenggara pasar malam bersama pemerintah setempat segera melakukan penelusuran mengenai asal-usul kemasan tersebut. Mereka juga mengimbau para pedagang agar lebih berhati-hati dalam memilih kemasan dan menghindari penggunaan wadah yang memuat tulisan atau simbol keagamaan.

“Kalau memang benar tulisan itu merupakan ayat Al-Qur’an, sebaiknya tidak dijadikan kemasan minuman sekali pakai. Setelah digunakan, gelas itu akan dibuang, sehingga dikhawatirkan mengurangi penghormatan terhadap ayat suci. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar salah seorang warga.

Hingga berita ini disusun, belum ada penjelasan resmi dari pedagang maupun panitia pasar malam terkait penggunaan gelas tersebut, termasuk apakah mereka mengetahui isi tulisan Arab yang tercetak pada kemasan.

Masyarakat berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak agar penggunaan kemasan yang memuat tulisan atau simbol keagamaan tidak kembali terjadi, sehingga nilai-nilai penghormatan terhadap ajaran agama tetap terjaga.

Berdasarkan foto yang beredar, memang tampak terdapat tulisan Arab yang menyerupai kutipan ayat Al-Qur’an. Namun demikian, isi tulisan tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak yang berkompeten, seperti ahli atau lembaga terkait, sebelum dapat dipastikan sebagai ayat suci Al-Qur’an.

 

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *