UNANDA Perkuat Pendidikan Kehutanan Lewat Praktikum Terpadu di Hutan Simoma

Metroluwuraya.com | Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo menggelar Praktikum Terpadu di Hutan Penelitian Simoma, Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada 17–19 Juli 2026. Kegiatan lapangan selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pengelolaan Hutan Simoma secara berkelanjutan.

Praktikum ini diikuti oleh mahasiswa yang menempuh sejumlah mata kuliah praktikum dengan bimbingan langsung dari dosen pengampu. Selama berada di lapangan, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan akademik, salah satunya praktikum Dendrologi yang difokuskan pada identifikasi dan pengenalan berbagai jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan Hutan Simoma.

Selain itu, mahasiswa melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar guna mengetahui pandangan warga terhadap keberadaan Hutan Simoma. Melalui kegiatan tersebut, mereka juga mengumpulkan informasi mengenai flora dan fauna endemik, termasuk spesies yang berstatus dilindungi.

Penerapan teknologi juga menjadi bagian penting dalam praktikum ini. Mahasiswa melakukan pemetaan tutupan lahan serta sebaran vegetasi menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis perangkat lunak ArcGIS. Kegiatan tersebut bertujuan mengasah kemampuan geospasial mahasiswa sekaligus menghubungkan teori yang dipelajari di ruang kuliah dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga mereka memiliki bekal akademik, teknis, dan sosial dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Rangkaian Praktikum Terpadu ditutup pada Minggu, 19 Juli 2026, dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan rehabilitasi kawasan hutan. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanahan, Pemerintah Kecamatan Larompong Selatan, Pemerintah Desa Temboe, UPT KPH Latimojong, serta masyarakat setempat.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian Hutan Simoma sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk melestarikan ekosistem hutan.

Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Andi Djemma, Witno, S.Hut., M.Si, menegaskan bahwa Praktikum Terpadu tidak hanya bertujuan memenuhi capaian pembelajaran mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Melalui Praktikum Terpadu ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik pengelolaan hutan, tetapi juga memahami pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat. Kami berharap Hutan Simoma dapat terus berkembang sebagai laboratorium alam untuk pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Witno, Selasa (21/7/2026).

Ia menambahkan, Fakultas Kehutanan UNANDA berkomitmen menjadikan Hutan Simoma sebagai kawasan pembelajaran yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi sumber daya alam, serta pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.

“Sinergi yang terjalin melalui kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi kerja sama jangka panjang dalam mewujudkan pengelolaan Hutan Simoma yang lestari dan berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Praktikum Terpadu tersebut, Universitas Andi Djemma Palopo kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada proses akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, pengembangan ilmu kehutanan, serta pembangunan kolaboratif bersama pemerintah dan masyarakat.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *