Warga Luwu Nyaris Telan Isi Stapler dari Kemasan Makanan, Keamanan Pangan Jadi Sorotan

Metroluwuraya.com | Sulawesi Selatan – Seorang warga Kabupaten Luwu mengaku nyaris menelan potongan isi stapler (hekter) yang diduga terlepas dari kemasan makanan yang dibelinya. Kejadian tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan keselamatan konsumen jika benda logam itu tidak disadari sebelum makanan dikonsumsi.

Berdasarkan foto yang beredar, beberapa potongan isi stapler terlihat telah dikeluarkan dan diletakkan di atas meja makan setelah ditemukan di dalam kemasan. Beruntung, benda logam tersebut diketahui lebih awal sehingga tidak sampai tertelan.

Bacaan Lainnya

Korban berharap kejadian serupa tidak dialami orang lain. Ia mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa makanan sebelum dikonsumsi, terutama makanan yang dikemas menggunakan stapler atau kawat logam sebagai perekat. Menurutnya, benda kecil seperti isi stapler sangat berbahaya apabila tidak sengaja tertelan, terlebih oleh anak-anak.

Para ahli keamanan pangan telah lama mengingatkan bahwa penggunaan stapler untuk menutup kemasan makanan memiliki risiko. Potongan logam dapat terlepas saat proses pengemasan maupun ketika kemasan dibuka, lalu bercampur dengan makanan tanpa disadari. Oleh karena itu, pelaku usaha kuliner disarankan menggunakan perekat atau kemasan food grade yang lebih aman dan sesuai dengan standar keamanan pangan.

Dari sisi kesehatan, benda logam yang tertelan dapat menyebabkan luka pada mulut, tenggorokan, kerongkongan, hingga saluran pencernaan. Dalam kondisi tertentu, benda asing tersebut juga berpotensi memicu perdarahan atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan medis. Apabila muncul gejala seperti nyeri hebat, sulit menelan, muntah, atau buang air besar berdarah, korban dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan tidak hanya bergantung pada kualitas bahan makanan, tetapi juga pada cara makanan dikemas. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti sebelum mengonsumsi makanan, sementara pelaku usaha kuliner diharapkan menghindari penggunaan stapler atau kawat logam sebagai perekat demi memberikan perlindungan dan rasa aman bagi konsumen.

 

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *