Warga Kecewa, Camat Belopa Tak Terlihat Saat Banjir Rendam Permukiman

Metroluwuraya.com| Kinerja Camat Belopa menjadi perhatian publik usai banjir merendam puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas pemerintah di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Minggu (17/5/2026).

Banjir terjadi sekitar pukul 05.35 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Luwu sejak dini hari hingga subuh. Genangan air setinggi 30 hingga 50 sentimeter merendam permukiman warga di Kelurahan Senga dan Desa Senga Selatan.

Bacaan Lainnya

Warga pun mempertanyakan respons Pemerintah Kecamatan Belopa dalam menangani banjir yang kembali melanda wilayah tersebut. Pasalnya, selama ini Camat Belopa dikenal aktif menghadiri berbagai kegiatan masyarakat seperti koordinasi, silaturahmi hingga gotong royong yang kerap dipublikasikan melalui media sosial.

Namun saat banjir terjadi hingga sehari setelahnya, warga mengaku tidak melihat Camat Belopa turun langsung ke lokasi terdampak, padahal salah satu titik banjir berada tepat di depan Kantor Camat Belopa.

“Biasanya aktif di media sosial dan kegiatan masyarakat, tapi waktu banjir sampai sekarang tidak terlihat di lokasi,” ujar seorang warga.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Camat Belopa Abdul Latif akhirnya memberikan penjelasan terkait penyebab banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Belopa.

Ia menyebut, berdasarkan hasil mitigasi dan pemantauan lapangan, banjir dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya penutupan saluran drainase di sejumlah titik, alih fungsi drainase, serta pendangkalan saluran air yang menghambat aliran air.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin diperparah oleh tingginya intensitas hujan sehingga menyebabkan air meluap ke jalan dan permukiman warga di wilayah Senga dan Senga Selatan.

Abdul Latif mengatakan, Pemerintah Kecamatan Belopa telah mengirim surat resmi kepada pemerintah desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan rumah warga maupun fasilitas umum yang drainasenya tidak lagi berfungsi optimal.

Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam upaya pengembalian fungsi saluran air guna meminimalisir potensi banjir di masa mendatang.

“Langkah ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan menyeluruh,” katanya.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan Pasal 225 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan, camat memiliki tugas melakukan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, ketenteraman dan ketertiban umum, termasuk koordinasi dengan OPD teknis terkait penanganan persoalan di wilayah kecamatan.

Selain itu, kata dia, Bupati Luwu juga telah memberikan arahan melalui rapat koordinasi bersama OPD teknis guna mempercepat penanganan drainase, normalisasi saluran air, serta langkah antisipasi banjir di Kecamatan Belopa.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan lapangan oleh masing-masing OPD teknis terkait,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Luwu, banjir terjadi di sejumlah titik, di antaranya Perumahan Limpujang, Lingkungan Jawaro, Kantor Polres Luwu, Kantor BPBD Kabupaten Luwu, Dusun Kalobang, dan Dusun Mangaliali.

Data sementara mencatat sekitar 25 rumah di Perumahan Limpujang Lingkungan Batumurung terendam banjir. Selain itu, sekitar 10 rumah di Lingkungan Jawaro dan 15 rumah di Desa Senga Selatan juga terdampak genangan.

Tak hanya rumah warga, beberapa fasilitas pemerintah turut terdampak, termasuk Kantor BPBD Kabupaten Luwu dan Kantor Polres Luwu.

“Sementara laporan yang masuk ada di Perumahan Limpujang Belopa, Kantor BPBD, Kantor Polres Luwu, serta rumah warga di belakang kantor BPBD Desa Senga Selatan,” kata Kepala BPBD Luwu, Andi Tenriesa.

BPBD Kabupaten Luwu bersama unsur terkait telah melakukan kaji cepat, koordinasi lapangan, serta membantu warga membersihkan sampah yang menyumbat drainase.

Meski kondisi banjir mulai berangsur surut, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena cuaca di Kabupaten Luwu masih berpotensi hujan sedang hingga lebat berdasarkan prakiraan BMKG.

 

(*)

Pos terkait

Comment