LUWU| METROLUWURAYA.COM — Enam siswa SMA Negeri 10 Luwu, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami keluhan sakit perut setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dari enam siswa tersebut, seorang di antaranya harus menjalani perawatan di Puskesmas Bua setelah mengalami diare.
Informasi mengenai kejadian itu diterima Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu pada Kamis (10/9/2026) sore.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary Basir, membenarkan adanya laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan di sekolah.
“Laporan ini sudah kami terima. Sementara ada satu orang siswa di Puskesmas Bua yang dirawat karena diare,” ujar Rosnawary saat dikonfirmasi Eksposindo, Kamis (10/9/2026).
Rosnawary mengatakan, keluhan tersebut diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab pastinya belum dapat dipastikan karena masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kalau sementara, mungkin ada pengaruh setelah makan di sekolah,” katanya.
Untuk mengetahui penyebab keluhan tersebut, Dinas Kesehatan Luwu dijadwalkan menerjunkan tim surveilans bersama tim kesehatan lingkungan pada Jumat (11/9/2026).
Tim akan melakukan pemeriksaan langsung di lapangan serta mengambil sejumlah sampel yang nantinya akan diperiksa untuk memastikan ada atau tidaknya kaitan dengan makanan MBG.
“Besok pagi tim surveilans Dinkes turun bersama tim kesehatan lingkungan. Mereka akan melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel,” jelas Rosnawary.
Menurutnya, penanganan dan penelusuran baru dilakukan setelah laporan diterima pihaknya pada Kamis sore. Karena itu, pemeriksaan lapangan dijadwalkan berlangsung pada Jumat pagi.
“Besok mungkin saya konfirmasi kembali karena tim surveilans Dinkes besok pagi turun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 10 Luwu belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi media mengenai laporan enam siswa yang mengalami keluhan sakit perut setelah menyantap makanan MBG.
Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu masih menunggu hasil pemeriksaan lapangan dan analisis sampel untuk mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
Dengan demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan dalam program MBG atau disebabkan faktor lain. Hasil pemeriksaan tim surveilans dan kesehatan lingkungan akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab sebenarnya.
(*)






