Metroluwuraya.com, Luwu | Kelompok Kerja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu (Pokja) bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali melaksanakan rangkaian Forum Desa (FORDES) di lima wilayah yang berada di sekitar area tambang dan jalur akses AwakMas Project. Lokasi tersebut meliputi Desa To’Barru, Sampeang, Kadundung, Kadong-Kadong, serta Kelurahan Bajo. Kegiatan ini merupakan bagian dari komunikasi berkelanjutan antara Pokja dan MDA untuk memperkuat koordinasi, menghimpun aspirasi warga, dan memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan transparan serta sejalan dengan program pembangunan daerah.
Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menjelaskan bahwa FORDES menjadi ruang dialog resmi yang mempertemukan masyarakat, pemerintah, dan perusahaan. “Pokja hadir sebagai penghubung kepentingan warga, pemerintah, dan MDA. Setiap aspirasi masyarakat harus didengar, ditelaah, dan ditindaklanjuti. Forum ini menjadi sarana penyamaan persepsi dan mendorong keterbukaan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan di lima titik, warga menyampaikan berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan dan pelebaran jalan desa, pengadaan air bersih, hingga bantuan fasilitas ibadah dan olahraga. Mereka juga mendorong peningkatan peluang kerja bagi perempuan serta penyediaan pelatihan untuk pengembangan kompetensi.
Pada sektor sosial, aspirasi masyarakat mencakup pelatihan keterampilan, beasiswa bagi pelajar berprestasi, serta keberlanjutan program layanan kesehatan gratis. Di bidang ekonomi, warga berharap BUMDes dan koperasi dapat dilibatkan dalam pengembangan usaha pertanian, peternakan, kuliner, hingga depot air desa. Potensi pertanian dan peternakan menjadi perhatian utama, dengan dorongan agar pemerintah dan perusahaan memberikan pendampingan teknis, bantuan bibit, serta integrasi koperasi dalam rantai pasok produk lokal.
Kepala Desa Kadundung, Parambung-yang juga Ketua APDESI Kecamatan Latimojong-menyampaikan apresiasinya terhadap agenda ini. “Forum Desa merupakan langkah baik yang dilakukan MDA bersama Pemerintah Kabupaten Luwu. Melalui forum ini, perusahaan hadir langsung untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat. Di Kadundung, kami tetap mengutamakan dialog dalam mencari solusi. Kami berharap kerja sama berkelanjutan dapat terus berjalan, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Lurah Bajo, Muhammad Imran, menekankan pentingnya dukungan terhadap FORDES. “MDA sudah hadir langsung menemui masyarakat dan membuka ruang komunikasi dua arah. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk berkolaborasi. Kesempatan seperti ini harus kita manfaatkan untuk membangun sinergi yang lebih baik,” kata Imran.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa meskipun perusahaan masih berada pada tahap konstruksi dan belum berproduksi, FORDES tetap menjadi bagian dari komitmen MDA untuk menjaga komunikasi yang terbuka. “Forum ini bukan sekadar tempat berdialog, tetapi cara membangun kepercayaan. Kami sadar tidak semua keinginan bisa dipenuhi, namun setiap masukan akan kami bahas bersama Pokja agar dapat diwujudkan dalam program nyata yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Mustafa.
Pelaksanaan FORDES di empat desa dan satu kelurahan ini mempertegas komitmen Pokja dan MDA dalam memperkuat dialog lintas sektor sekaligus memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lingkar tambang. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkokoh kepercayaan publik dan menjadi fondasi bagi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Luwu.
(*)






