Metroluwuraya.com | PT Masmindo Dwi Area (MDA) mulai membenahi pola perekrutan tenaga kerja lokal di wilayah operasionalnya. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari MoU ketenagakerjaan yang diteken bersama Pemerintah Kabupaten Luwu pada Agustus 2025 lalu.
Dalam skema baru tersebut, MDA menerapkan sistem satu pintu khusus untuk perekrutan tenaga kerja non-skill. Pokja Percepatan Investasi dilibatkan sebagai lembaga verifikasi data pelamar sekaligus pengatur kuota dari desa-desa lingkar tambang serta desa yang berada di jalur akses operasional perusahaan.
Keberadaan Forum Desa (FORDES) ikut memperkuat proses ini. Forum yang dibentuk Pokja dan MDA tersebut menjadi wadah penyampaian informasi rekrutmen, pendataan masyarakat pencari kerja, hingga penyerapan aspirasi warga mengenai kebutuhan tenaga kerja non-skill di setiap desa.
Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menegaskan bahwa FORDES bukan sekadar forum tatap muka, tetapi ruang resmi untuk membuka dialog antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan.
“Pokja hadir untuk menjembatani kepentingan warga, pemerintah, dan MDA. Aspirasi masyarakat harus diterima, diproses, dan ditindaklanjuti. FORDES menjadi tempat penyelarasan persepsi agar semua pihak melihat proses ini dengan jernih,” ungkap Zulkarnaim.
Ia menambahkan, Pokja terus mendorong agar perekrutan MDA mengutamakan tenaga kerja lokal dengan sebaran yang lebih adil di semua wilayah.
“Dari awal kami mengupayakan tenaga kerja lokal semi-skill diprioritaskan. Namun untuk masuk kategori semi-skill maupun skill tetap ada persyaratannya. Kita dorong agar semakin banyak warga lokal yang memenuhi kompetensi dan bisa diterima,” jelasnya.
Zulkarnaim juga membeberkan capaian terbaru. Sejak Oktober 2025, distribusi penerimaan tenaga kerja dianggap lebih merata. Pada Oktober, sebanyak 15 warga dari jalur akses diterima bekerja, sementara dari desa lingkar tambang tercatat 39 orang. Sedangkan pada November 2025, mayoritas tenaga kerja yang masuk adalah warga pemilik lahan, mencapai 36 orang.
Kepala Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Supriadi, menyambut baik pola rekrutmen kolaboratif antara Pokja dan MDA. Menurutnya, mekanisme tersebut memberi kepastian yang lebih jelas bagi masyarakat lokal yang ingin masuk ke industri pertambangan di Kecamatan Latimojong.
Meskipun pada Oktober hanya dua warganya yang diterima, Supriadi memahami proses seleksi ini tetap memberikan peluang bagi warga yang membutuhkan.
“Untuk saat ini baru dua orang. Yang satu saya rekomendasikan karena orang tuanya sakit-sakitan dan jadi tulang punggung keluarga. Satu lagi anak dari keluarga janda yang ekonominya lemah, jadi saya upayakan agar bisa membantu kebutuhan rumah tangga,” tuturnya.
(*)


Komentar