Metroluwuraya.com | Gelombang kepedulian terhadap keluarga Mursalim (45), warga Dusun Minanga Tallu, Desa Tanjong, Kecamatan Bua Ponrang (Bupon), Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terus mengalir. Setelah memperoleh bantuan pemasangan listrik gratis dari PT PLN (Persero) serta paket sembako dari Polsek Bupon, kali ini perhatian datang dari Anggota DPR RI Komisi VI, Unru Baso.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Tim Brigade Mawar 27 yang diwakili Faisal JuFri. Tim mendatangi langsung kediaman Mursalim, keluarga yang menjadi perhatian publik setelah kisah perjuangan mereka hidup di bekas dapur gula aren tanpa aliran listrik ramai diberitakan.
Faisal JuFri menjelaskan, bantuan itu merupakan bentuk respons cepat atas arahan Unru Baso yang tersentuh setelah membaca pemberitaan mengenai kondisi keluarga Mursalim.
“Pak Unru Baso mengikuti pemberitaan tentang keluarga Pak Mursalim yang viral. Setelah mengetahui kondisinya, beliau langsung meminta kami turun ke lokasi untuk menyerahkan bantuan,” ujar Faisal saat penyerahan bantuan, Selasa (30/6/2026).
Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, perlengkapan tidur, satu dus kain sarung, serta bantuan dana tunai. Dana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan pendidikan anak Mursalim sekaligus membantu memperbaiki bagian rumah yang rusak, terutama atap yang kondisinya sudah memerlukan perbaikan.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, baik untuk kebutuhan sekolah anak maupun memperbaiki rumah agar lebih layak ditempati,” katanya.
Faisal menegaskan, kepedulian terhadap keluarga Mursalim tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan kali ini. Pihaknya berencana menjalin komunikasi dengan pemerintah desa guna membahas langkah-langkah lanjutan agar keluarga tersebut memperoleh perhatian yang berkesinambungan.
“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar ada solusi jangka panjang. Harapannya, seluruh pihak dapat bergandengan tangan membantu keluarga Pak Mursalim menuju kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.
Sebelumnya, kisah Mursalim bersama istrinya, Yeni (48), dan putra mereka, Muhammad Ghibran (7), menggugah perhatian masyarakat. Selama lebih dari satu tahun, mereka bertahan hidup di sebuah bangunan bekas dapur gula aren berukuran sekitar 3 x 4 meter tanpa akses listrik. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mursalim mengandalkan pekerjaan sebagai petani sekaligus buruh tani dengan penghasilan yang sangat terbatas.
Publikasi mengenai kondisi keluarga tersebut kemudian memantik aksi nyata dari berbagai kalangan. PT PLN ULP Belopa melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN memasang sambungan listrik gratis, Polsek Bupon memberikan bantuan sembako dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, dan kini dukungan kembali hadir melalui bantuan dari Anggota DPR RI Unru Baso.
Rangkaian bantuan yang terus berdatangan diharapkan tidak sekadar meringankan beban ekonomi keluarga Mursalim untuk sementara waktu, tetapi juga menjadi langkah awal menghadirkan hunian yang lebih layak serta membuka kesempatan hidup yang lebih baik bagi keluarga, khususnya bagi Muhammad Ghibran yang saat ini sedang menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.
(*)






