LUWU| METROLUWURAYA.COM — Kemarau panjang mulai mengancam lahan pertanian di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Ribuan hektare sawah terancam kekeringan akibat minimnya ketersediaan air untuk mengairi tanaman.
Data Dinas Pertanian Luwu mencatat, sedikitnya 3.048,88 hektare sawah terancam mengalami kekeringan. Dari jumlah tersebut, sekitar 109,88 hektare telah terdampak cukup berat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Luwu, Nasrawati, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
“Ada tiga ribu lebih hektare sawah terancam kekeringan,” kata Nasrawati, Senin (7/9/2026).
Salah satu wilayah yang cukup banyak terdampak berada di Kecamatan Belopa, dengan sekitar 323 hektare sawah terancam kekeringan.
Lahan pertanian tersebut tersebar di sejumlah desa, yakni Desa Senga Selatan 87,80 hektare, Balubu 103,2 hektare, Kurrusumanga 55 hektare, Balo-Balo 54 hektare, Senga 5 hektare, serta Tampumia Radda 30 hektare.
Kondisi kemarau membuat petani mulai kesulitan memperoleh air. Sejumlah lahan tidak lagi memiliki sumber air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Salah seorang petani, Rahmat, mengatakan kesulitan mendapatkan air mulai dirasakan sejak kemarau berlangsung cukup lama.
“Air sudah mulai susah. Kami berharap ada bantuan pemerintah secepatnya,” ujarnya.
Menurut Rahmat, jika kondisi tersebut tidak segera ditangani, pertumbuhan tanaman dapat terganggu dan berpotensi menyebabkan gagal panen.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Luwu, Rahmi, mengatakan pemerintah telah mulai melakukan penanganan terhadap lahan pertanian yang terdampak.
Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Sejumlah petani mendapat bantuan pengairan, pompa air hingga pembangunan sumur bor pada lokasi yang tidak memiliki sumber air memadai.
“Untuk yang terdampak, kami sudah mulai melakukan penanganan. Ada bantuan untuk pengairan, termasuk pompa dan sumur bor di beberapa lokasi yang memang membutuhkan sumber air,” kata Rahmi.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bagi tanaman dan mengurangi risiko kerugian yang dialami petani akibat kemarau panjang.
Dengan luas lahan yang terancam mencapai lebih dari 3.000 hektare, kondisi kekeringan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Penanganan cepat diperlukan agar ancaman gagal panen tidak meluas dan produksi pangan di Kabupaten Luwu tetap terjaga.
(*)






