Metroluwuraya.com, Luwu | Tindakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu yang secara beruntun melakukan penggeledahan di dua instansi pemerintahan menuai dukungan dari berbagai aktivis dan lembaga sosial kontrol di Kabupaten Luwu. Langkah cepat tersebut disebut sebagai bentuk keseriusan penegak hukum dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi.
Dalam kurun waktu kurang dari dua minggu, tim penyidik Pidsus Kejari Luwu melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Luwu terkait dugaan penyimpangan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait dugaan penyelewengan aset Desa Rante Balla di Kecamatan Latimojong. Aksi ini dipandang sebagai komitmen nyata aparat dalam memberantas praktik korupsi tanpa tebang pilih.
Proses penyidikan turut melibatkan jajaran pejabat teknis kejaksaan, mulai dari Kasi Intelijen hingga Kasi Tindak Pidana Khusus.
LP-KPK: Langkah Tegas Layak Diapresiasi
Wakil Ketua Penasihat LSM Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah Keadilan (LP-KPK) Luwu, Andi Baso, menyatakan dukungannya atas gerakan Kejari Luwu dalam membongkar dugaan penyimpangan dana sosial dan aset desa.
“Ini bukti kerja nyata yang harus diapresiasi. Penegakan hukum tidak boleh tumpul ketika menyangkut hak rakyat. Dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan dan aset desa adalah persoalan serius dan berdampak pada masyarakat kecil. Kami berdiri mendukung Kejari untuk menuntaskan kasus ini tanpa kompromi,” tegasnya.
Ia menilai langkah cepat kejaksaan membuktikan bahwa penegakan hukum di daerah tidak lagi hanya sebatas retorika.
“Publik menunggu hasil akhir yang jelas dan proses yang transparan. Siapa pun yang terlibat, harus dipertanggungjawabkan sesuai hukum,” lanjutnya.
Aktivis Mahasiswa: Penegakan Hukum Tidak Lagi Terlelap
Dukungan juga datang dari kalangan mahasiswa. Rifki, salah satu aktivis Luwu, menilai penggeledahan di dua kantor dinas tersebut sebagai sinyal kuat bahwa penindakan kasus korupsi di daerah tak lagi berjalan di tempat.
“Korupsi adalah musuh bersama. Ketika aparat berani melangkah tegas, tugas kita adalah mendukung. Kejari Luwu menunjukkan keberanian menyentuh area sensitif di pemerintahan,” ujarnya.
(Redaksi)



