Kejaksaan RI–Unhas Gelar Monev Beasiswa, Komitmen Cetak Jaksa Profesional dan Berintegritas

Metroluwuraya.com, Makassar – Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kejaksaan RI bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program kerja sama beasiswa di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Rabu (17/9/2025).

Acara ini dihadiri Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, S.H., M.H., serta Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Kehadiran keduanya menandai komitmen kuat untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) Kejaksaan yang profesional, berintegritas, dan adaptif di era digital.

Bacaan Lainnya

Wakil Kepala Kejati Sulsel, Robert M Tacoy, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting memperkuat sinergi Kejaksaan-Unhas. “Kerja sama ini memperkuat kapasitas SDM Kejaksaan, meningkatkan kompetensi teknis dan keilmuan di era digital dengan kompleksitas yang semakin tinggi,” ujarnya.

Laporan Kepala Subbag Program Badan Diklat, Dr. Anggih Niastuti, S.H., M.H., menunjukkan program beasiswa berjalan baik, dengan total 57 lulusan S3 dari angkatan 2012, 2016, dan 2019, serta 61 lulusan S2 dari angkatan 2009-2011. Meski demikian, masih ada kendala manajemen waktu antara tugas dinas dan akademik.

Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., menambahkan dari 10 mahasiswa S3 angkatan 2023, masih ada 3 yang belum ujian proposal, namun capaian IPK penerima beasiswa tetap sangat baik, yakni 3,9-4.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, mengapresiasi langkah proaktif Kejaksaan. “Biasanya pendidikan pascasarjana terhambat karena proses monev yang tidak bagus. Tapi Kejaksaan berbeda, langsung dipimpin pejabat eselon I,” tegasnya. Ia juga membuka ruang komunikasi langsung bagi penerima beasiswa jika menghadapi kendala akademik.

Sementara itu, Kepala Badan Diklat, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menekankan kedisiplinan dan peran jaksa dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. “Para jaksa penerima beasiswa harus jadi scholar-practitioner, tajam dalam penegakan hukum, sekaligus tajam dalam menulis dan menganalisis,” tandasnya.

Kegiatan monev ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga refleksi dan silaturahmi, dengan harapan melahirkan jaksa yang berkeadilan, humanis, akuntabel, modern, dan mampu berkontribusi nyata melalui karya ilmiah untuk penyelesaian persoalan hukum di Indonesia.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *