Belopa, Metroluwuraya.com | Generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam memerangi hoaks yang marak di media sosial. Melalui pelatihan jurnalistik Mahir Dasar dan program pendidikan karakter “Malebbi”, para peserta dibekali keterampilan menyajikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, Masjid Al Muttaqien Belopa Rabu (14/5/2025), jumlah peserta 80 orang terdiri dari 8 DPD diantaranya DPD LDII Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Kota Palopo, Tator, Sidrap, Wajo dan Soppeng.
Pelatihan ini bertujuan mencetak jurnalis muda yang tidak hanya piawai dalam menulis berita, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan menangkal informasi palsu yang kian meresahkan.
“Kami berkomitmen untuk menyajikan informasi yang benar dan dapat dipercaya,” tegas Ketua DPW LDII Provinsi Sulawesi Selatan.
“Dengan kemampuan jurnalistik yang baik, generasi muda dapat membantu masyarakat memilah informasi dan melawan hoaks.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LDII menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi media di tengah masyarakat. Para jurnalis muda LDII diharapkan menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi positif dan konstruktif.
Dengan bekal pelatihan dan nilai-nilai karakter yang ditanamkan, para jurnalis muda LDII siap berada di garda terdepan dalam menjaga integritas informasi dan kepercayaan publik.
Selain aspek teknis jurnalistik, para peserta juga mendapatkan materi tentang etika media, verifikasi fakta, serta tanggung jawab sosial dalam menyampaikan berita. Para pemateri berasal dari kalangan jurnalis profesional dan akademisi komunikasi yang menekankan pentingnya integritas dalam setiap karya jurnalistik.
Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung praktik menulis berita, wawancara, dan melakukan cek fakta atas informasi yang beredar.
Ke depan, LDII berencana mengadakan pelatihan lanjutan serta membentuk komunitas jurnalis muda di tingkat kabupaten dan kota, yang akan menjadi wadah berbagi informasi, pelatihan rutin, serta kolaborasi dalam memproduksi konten-konten edukatif dan inspiratif.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk mencetak jurnalis muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara karakter,” ujar salah satu peserta.
Dengan langkah ini, LDII berharap dapat menciptakan generasi yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen informasi yang beretika dan bertanggung jawab. (Redaksi)






