Metroluwuraya.com | Pemerintah Desa Sampa, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, menggelar kegiatan Tudang Sipulung pascapanen sebagai ajang musyawarah untuk menetapkan jadwal turun sawah dan tanam padi, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pesta panen ini turut dihadiri oleh Sekcam Bajo, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP), Babinsa, pendamping desa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Dalam musyawarah tersebut, disepakati bahwa jadwal tanam padi dengan sistem TABELA (tanam benih langsung) akan dilaksanakan pada 15 hingga 30 Desember mendatang.
Usai kegiatan Tudang Sipulung, masyarakat bersama para tamu undangan menikmati hidangan yang dibawa secara gotong royong sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.
Selain itu, Pemerintah Desa Sampa juga menyalurkan bantuan pupuk cair organik kepada para petani guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian pada musim tanam berikutnya.
Kepala Desa Sampa Arfand, A. Md. Kep, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk bermusyawarah dan menetapkan jadwal tanam, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan sosial antarwarga melalui semangat kebersamaan dan rasa syukur.
“Kegiatan Tudang Sipulung ini menjadi tradisi penting bagi petani kita. Selain menentukan jadwal tanam, juga sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan,” ujar Kepala Desa Sampa.
Sementara itu, Kepala BPP Kecamatan Kamanre Ir. Samsul. mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sampa yang tetap menjaga tradisi lokal sembari mendorong produktivitas pertanian.
“Kami mendukung penuh kegiatan seperti ini karena menjadi sarana koordinasi petani dan pemerintah dalam menentukan pola tanam yang tepat,” ungkapnya.
Salah satu warga Desa Sampa juga mengaku bersyukur atas hasil panen tahun ini.
“Alhamdulillah, hasil panen tahun ini melimpah. Semoga musim tanam berikutnya lebih baik lagi,” ujarnya.
(Redaksi | Metro)






