BPJS Goes to Campus Hadir di UMP, Mahasiswa Dibekali Pemahaman Seputar Program JKN

PALOPO| METROLUWURAYA.COM — Pemahaman generasi muda terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus diperkuat. BPJS Kesehatan Cabang Palopo menyambangi Universitas Muhammadiyah Palopo (UMP) melalui program BPJS Goes to Campus, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh hak, kewajiban, serta berbagai kemudahan yang tersedia bagi peserta JKN. Mahasiswa juga didorong menjadi penyambung informasi agar pemahaman mengenai JKN dapat diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palopo, Goso, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk mahasiswa yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda perlu memahami berbagai program pemerintah, termasuk sistem jaminan kesehatan nasional.

“Mahasiswa adalah agen edukasi di tengah masyarakat. Karena itu, pemahaman tentang JKN sangat penting agar nantinya mampu memberikan informasi yang benar kepada keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas,” kata Goso.

Dalam sesi pemaparan, BPJS Kesehatan turut menjelaskan sejumlah layanan dan kemudahan yang dapat dimanfaatkan peserta JKN. Salah satunya terkait persyaratan administrasi saat mengakses pelayanan kesehatan.

Peserta JKN kini tidak diwajibkan membawa berkas fotokopi ketika mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Peserta cukup menunjukkan KTP atau identitas diri.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Dahniar Hasyim Dahlan, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari Janji Layanan JKN yang dirancang untuk menyederhanakan akses pelayanan bagi peserta.

“Peserta JKN tidak perlu lagi membawa berkas fotokopi saat berobat. Cukup menunjukkan KTP atau identitas diri. Apabila masih diperlukan dokumen fotokopi, maka penyediaannya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan, bukan peserta,” jelas Dahniar.

Selain persoalan administrasi, mahasiswa juga mendapatkan pemahaman mengenai prinsip gotong royong yang menjadi salah satu landasan penyelenggaraan Program JKN.

Melalui mekanisme tersebut, iuran peserta dihimpun untuk mendukung pembiayaan pelayanan kesehatan peserta lain yang membutuhkan. Sistem ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Sesi diskusi turut berlangsung interaktif. Salah seorang mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Syarmila, menyoroti masih adanya dugaan perlakuan berbeda terhadap pasien JKN di sejumlah fasilitas kesehatan.

Ia juga mempertanyakan langkah yang dapat ditempuh peserta apabila diminta membeli obat secara mandiri ketika menjalani pelayanan di rumah sakit.

Menanggapi hal tersebut, Dahniar menegaskan bahwa fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib memberikan pelayanan tanpa diskriminasi kepada peserta JKN.

“Seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib menghindari yang namanya perlakuan diskriminatif terhadap peserta. Mau kaya, mau kurang mampu, mau dia pasien umum, harusnya sama. Peserta harus mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,” tegasnya.

Dahniar juga meminta peserta segera melapor apabila menemukan persoalan pelayanan, termasuk ketika masih diminta menyediakan fotokopi dokumen atau membeli obat yang seharusnya masuk dalam jaminan JKN.

Laporan dapat disampaikan melalui sejumlah kanal resmi BPJS Kesehatan, di antaranya Aplikasi Mobile JKN, PANDAWA, Care Center 165, maupun dengan mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat.

Melalui BPJS Goes to Campus, mahasiswa UMP diharapkan tidak hanya mengetahui mekanisme dan fasilitas dalam Program JKN, tetapi juga mampu memahami fungsi JKN sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial sekaligus menyebarluaskan informasi yang benar kepada masyarakat.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *