Prihatin Kondisi Rumah Nirwana di Luwu, Hj Asni Salurkan Semen dan Koordinasikan Solusi ke Pemprov Sulsel

LUWU | METROLUWURAYA.COM — Kepedulian terhadap kondisi memprihatinkan rumah Nirwana, warga Lingkungan Batu Murrung, Desa Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, kembali mendapat perhatian. Kali ini, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Asni, S.Pi., turun tangan dengan menyalurkan bantuan semen untuk membantu keluarga tersebut.

Bantuan itu diserahkan melalui tenaga ahlinya, Sahril, yang menyambangi langsung kediaman Nirwana pada Minggu (11/10/2026). Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya mendorong penanganan lebih lanjut terhadap kondisi rumah yang dinilai layak mendapatkan bantuan rehabilitasi.

Hj. Asni mengaku prihatin setelah mengetahui rumah Nirwana belum masuk dalam data penerima program bedah rumah, meskipun kondisinya dinilai sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti, terutama melalui evaluasi pendataan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani program rehabilitasi rumah tidak layak huni.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi rumah ini. Seharusnya, keluarga yang memang membutuhkan seperti ini bisa mendapatkan perhatian melalui program bedah rumah. Kalau ternyata belum terdata, perlu dilihat kembali bagaimana proses pendataannya agar warga yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan,” ungkap Hj. Asni kepada Media.

Ia menegaskan, kondisi tersebut membutuhkan langkah konkret agar keluarga Nirwana tidak terus menunggu tanpa kepastian bantuan.

Hj. Asni mengatakan, dirinya telah melaporkan persoalan tersebut kepada Gubernur Sulawesi Selatan. Laporan itu, menurutnya, langsung mendapat respons dengan meminta koordinasi bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Selatan.

Bahkan, komunikasi terkait kemungkinan solusi penanganan telah dilakukan. Hj. Asni menyebut Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sulawesi Selatan masih mengupayakan pola penanganan yang memungkinkan, mengingat alokasi anggaran tahun 2026 telah rampung.

“Alhamdulillah, persoalan ini sudah saya sampaikan kepada Pak Gubernur dan langsung direspons untuk dikoordinasikan dengan Kadis Perkimtan Provinsi. Terakhir, kemarin sore, Pak Kadis masih mencarikan pola yang tepat karena anggaran tahun 2026 sudah rampung,” jelasnya.

Ia berharap, dalam satu hingga dua hari ke depan, sudah ada perkembangan dan solusi yang dapat diupayakan untuk membantu keluarga Nirwana.

Sambil menunggu kepastian penanganan dari pemerintah, Hj. Asni memilih memberikan bantuan semen sebagai bentuk kepedulian pribadi terhadap kondisi keluarga tersebut.

Menurutnya, bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga Nirwana, sekaligus mengetuk hati berbagai pihak agar turut berpartisipasi membantu warga yang membutuhkan.

“Semoga dalam satu atau dua hari ke depan sudah ada solusi. Sementara itu, sebagai bentuk keprihatinan pribadi, saya memberikan bantuan semen. Mudah-mudahan semakin banyak pihak yang terketuk hatinya untuk ikut membantu,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kejelasan mengenai langkah penanganan yang dapat dilakukan pemerintah.

“Insya Allah, kita kawal terus,” tegas Hj. Asni.

Sementara itu, Nirwana menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Hj. Asni melalui tenaga ahlinya. Ia berharap kepedulian tersebut dapat menjadi jalan bagi keluarganya untuk memperoleh bantuan perbaikan rumah yang lebih layak.

Perhatian terhadap kondisi rumah Nirwana diharapkan tidak berhenti pada bantuan sementara, tetapi juga diikuti langkah nyata dan koordinasi lintas instansi agar keluarga yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan sesuai ketentuan program pemerintah.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya akurasi pendataan penerima bantuan rumah tidak layak huni, sehingga masyarakat yang berada dalam kondisi mendesak tidak luput dari perhatian pemerintah.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *