Metroluwuraya.com, Pangkep | Ratusan pekerja alih daya (outsourcing) PT Semen Tonasa kembali turun ke jalan. Untuk kesekian kalinya, mereka menggelar aksi unjuk rasa, Selasa pagi, 3 Januari 2026, menuntut hak upah yang hingga kini belum dibayarkan sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2026.
Aksi yang berlangsung di depan Kantor Pusat PT Semen Tonasa itu dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dan dipimpin Ketua Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa (FPOST), Alfianto Amir. Dalam orasinya, Alfianto menegaskan bahwa Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan tentang UMK 2026 telah jelas dan mengikat, namun ironisnya tidak dijalankan di lapangan.
Menurut Alfianto, hingga memasuki Januari 2026, para pekerja outsourcing masih menerima upah di bawah standar UMK. Kondisi tersebut dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap pelanggaran hak normatif buruh, meski PT Semen Tonasa merupakan perusahaan besar dan strategis di Sulawesi Selatan.
Pihak manajemen PT Semen Tonasa, melalui Sekretaris Perusahaan Muhammad Mursham, kembali menegaskan bahwa urusan penggajian tenaga alih daya sepenuhnya menjadi tanggung jawab vendor. Pernyataan ini justru menuai kekecewaan massa aksi, karena dinilai sebagai upaya saling lempar tanggung jawab di tengah tuntutan kesejahteraan pekerja.
Tak puas hanya berorasi di Kantor Pusat perusahaan, massa aksi bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Di sana, para pekerja menuntut kehadiran negara untuk memastikan aturan ketenagakerjaan benar-benar ditegakkan.
Anggota DPRD Pangkep, H. Umar Haya, yang menerima langsung massa aksi, berjanji akan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP). RDP dijadwalkan berlangsung pada 5 atau 6 Januari 2026 dengan menghadirkan PT Semen Tonasa, Dinas Tenaga Kerja, para vendor, serta perwakilan pekerja outsourcing.
“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Hak pekerja harus dipastikan terpenuhi,” tegas Umar Haya.
Usai mendapatkan kepastian agenda RDP, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Aksi unjuk rasa berjalan aman dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat Polres Pangkep.
(*)


Comment