Ubas Puji Langkah Pemda Luwu, Pemuda Jadi Kunci Kebangkitan Kakao

Info Publik90 Dilihat

Metroluwuraya.com| Pelibatan generasi muda dalam pengembangan kakao di Kabupaten Luwu mendapat apresiasi dari anggota Komisi VI DPR RI, Unru Baso. Ia menilai langkah Pemerintah Kabupaten Luwu yang menggandeng DPC Pemuda Tani Indonesia dalam program investasi 8 juta bibit kakao sebagai kebijakan yang tepat dan visioner.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelatihan teknik sambung pucuk kakao yang berlangsung di area penangkaran bibit milik PT Triwana Lestari Abadi, Desa Tampa, Kecamatan Ponrang, pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 142 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan pemuda tani.

Dalam sambutannya, Unru Baso-yang akrab disapa Ubas-mengungkapkan bahwa kakao pernah menjadi komoditas andalan yang menopang perekonomian masyarakat Luwu. Ia bahkan mengaku merasakan langsung manfaatnya sejak masa pendidikan. Menurutnya, melibatkan anak muda dalam sektor ini merupakan langkah strategis untuk membangkitkan kembali minat berusaha di bidang pertanian dan perkebunan yang belakangan mulai ditinggalkan.

Sementara itu, Bupati Luwu, Patahudding, yang secara resmi membuka kegiatan, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan. Ia berharap distribusi 8 juta bibit kakao dapat dimanfaatkan secara maksimal demi mengembalikan kejayaan Luwu sebagai salah satu sentra kakao nasional, sekaligus memperkuat daya saing produk olahannya di pasar global.

Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Luwu, Akrama Harnong, menyebut pelatihan ini sebagai bentuk nyata kontribusi pemuda dalam mendukung program pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan investor guna mempercepat pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Triwana Lestari Abadi, Lidwina Arrungan, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta petani milenial. Ia juga membuka peluang kerja bagi peserta pelatihan yang memenuhi kualifikasi untuk bergabung dalam pengelolaan penangkaran bibit.

Dalam kesempatan yang sama, Ubas turut didampingi oleh Wasekjen DPP Pemuda Tani Indonesia Bidang Perdagangan, Ananda Bahri. Ia menilai program ini layak menjadi contoh bagi daerah lain. Menurut Ananda, penguatan sektor kakao tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru serta mengurangi laju urbanisasi.

Menutup pernyataannya, Ubas optimistis bahwa Luwu memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang pembibitan dan teknik sambung pucuk kakao. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

“Ke depan, Sulawesi Selatan harus mampu menjadi pusat unggulan pembibitan kakao terbesar dan terbaik di Indonesia,” tegasnya.

 

 

(*)

Komentar