Metroluwuraya.com| Bupati Luwu, Patahudding, melakukan peninjauan lokasi pembibitan kakao sekaligus menyaksikan pelatihan teknik sambung pucuk di nursery milik PT Triwana Lestari Abadi usai membuka kegiatan pelatihan di Desa Tampa, Kecamatan Ponrang, Jumat (1/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program bantuan Presiden RI melalui Kementerian Pertanian berupa 8 juta bibit kakao untuk pengembangan lahan seluas 8.000 hektare di Kabupaten Luwu. Saat ini, sekitar 2 juta bibit kakao tengah menjalani proses sambung pucuk di lokasi pembibitan.
Dalam keterangannya, Patahudding menjelaskan bahwa bibit yang disiapkan terdiri atas 20 persen klon ICCRI dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, sementara 80 persen lainnya menggunakan metode sambung pucuk dengan klon unggulan seperti BB 01, S1, S2, dan MCC 02.
Menurutnya, terealisasinya bantuan bibit kakao ini menjadi harapan baru bagi petani sekaligus langkah penting untuk membangkitkan kembali kejayaan kakao di Kabupaten Luwu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah bersama DPR terus melakukan pengawasan agar program tersebut tepat sasaran. Proses pendataan CPCL disebut hampir rampung dan diharapkan bebas dari data fiktif agar bantuan benar-benar diterima petani yang berhak.
“Peran penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian sangat penting dalam mengawal program ini hingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan program, Pemkab Luwu melibatkan sekitar 200 tenaga okulator tersertifikasi asal Kabupaten Luwu. Penyambungan bibit ditargetkan selesai dalam satu bulan, sebelum nantinya didistribusikan kepada petani pada awal musim penghujan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Unru Baso, Ketua Pemuda Tani Indonesia DPC Luwu Akrama Harnong, Direktur PT Triwana Lestari Abadi Lidwina Arrungan, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Luwu Moh. Arsal, serta Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Islamuddin.
Pada akhir kegiatan, Bupati Luwu menyerahkan secara simbolis bibit kakao kepada Kepala Desa Tampa, perwakilan Pemuda Tani, dan Kelompok Tani Wanita sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sektor pertanian kakao di daerah tersebut.
(*)


Komentar