Targetkan 100 Persen Akurasi Data Stunting 2023, TP PKK Luwu Bekali Kelompok Dasa Wisma Teknik Pendataan Keluarga

Metro Luwu555 Dilihat

Metroluwuraya. com, Luwu – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau TP-PKK Luwu menggelar sosialisasi dan Pelatihan Pengisian Data Dasawiswa sebagai Implementasi Sistem Informasi Managemen (SIM) PKK di aula rumah jabatan Bupati Luwu, Belopa Utara, Rabu, 11 Januari 2023.

Sosialisasi dan Pelatihan Pengisian Data Dasawiswa ini akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 16 Januari 2023, pesertanya seluruh kelompok dasawisma se-kabupaten Luwu.

Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hayarna Basmin menjelaskan, tujuan pelatihan ini sebagai tindak lanjut peran serta TP PKK dalam membantu pemerintah daerah melaksanakan program nasional percepatan penurunan angka stunting.

“Pemerintah pusat melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki strategis dengan rencana aksi nasional percepatan penurunan angka sunting untuk mencapai target penurunan stunting secara nasional hingga 14% pada tahun 2024,” ucap Ketua TP PKK Luwu.

Sementara Kabupaten Luwu sambung Hayarna, menargetkan “Zero” persen pada tahun 2024 mendatang.

Menurutnya, kehadiran Kelompok dasawisma yang beranggotakan kader-kader TP PKK yang berada ditingkat desa dan kelurahan harus dioptimalkan perannya.

Sebab mereka adalah ujung tombak dalam pencapaian akurasi data di lapangan.

“Bisa kita bayangkan kelompok dasawisma ini ada di setiap dusun dan lingkungan, jika kita optimalkan peran mereka dalam melakukan pendataan keluarga, terutama data pasangan usia subur dan ibu hamil, maka akurasi data stunting ataupun keluarga yang mengalami gizi buruk bisa mencapai 100 persen, ” katanya.

Karena menurutnya tidak ada masyarakat yang akan luput dari tim pendata dasawisma tersebut.

Dalam kesempatannya itu Hayarna juga memaparkan bagaimana mewujudkan target zero stunting pada tahun 2024.

Dirinya mengungkapkan data yang diperoleh nantinya akan dimasukkan ke dalam aplikasi SIM PKK. Sehingga jika ditemukan ada keluarga yang mengalami stunting atau gizi buruk akan segera dilakukan intervensi.

“Pasangan usia subur, ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun (baduta) kemudian menjadi kelompok prioritas dalam penanganan stunting. Jika terdapat indikasi stunting atau gizi buruk, maka akan segera dilakukan intervensi atau penanganan lebih lanjut”, tutur Hayarna

 

Komentar