Metroluwuraya.com | Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu menggelar rapat koordinasi bersama pihak manajemen PT Masmindo Dwi Area (MDA), sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi, serta perwakilan Human Capital (HC) dari para kontraktor MDA. Pertemuan ini membahas berbagai dinamika yang berkembang di kawasan lingkar tambang.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus memastikan keberlanjutan investasi di Kabupaten Luwu tetap berjalan kondusif melalui penguatan koordinasi lintas sektor.
Kepala Bappelitbangda Luwu yang juga menjabat Sekretaris Satgas Percepatan Investasi, Moh. Arsal Arsyad, menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi terhadap setiap isu yang muncul di lapangan agar tidak meluas menjadi persoalan yang lebih kompleks.
Menurutnya, investasi memang menjadi motor pembangunan daerah, namun stabilitas sosial adalah pondasi utama yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, setiap dinamika harus segera dikomunikasikan dan diselesaikan bersama, bukan dibiarkan berlarut-larut.
Ia menambahkan, peran Satgas tidak sebatas memastikan kelancaran administrasi investasi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kepastian berusaha dan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Dalam forum tersebut, unsur Pokja dan perwakilan Human Capital dari masing-masing kontraktor MDA turut memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi, khususnya terkait persoalan ketenagakerjaan dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap peluang kerja. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan solusi yang lebih sistematis dan terintegrasi.
Direktur MDA, Erlangga Gaffar, menyampaikan bahwa perusahaan memahami besarnya harapan masyarakat terhadap kesempatan kerja di proyek tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa ketersediaan posisi kerja memiliki keterbatasan dan tidak mungkin mampu menyerap seluruh tenaga kerja di sekitar area proyek.
Ia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mengelola ekspektasi masyarakat secara bijak dan terstruktur, serta memastikan proses rekrutmen berjalan transparan dan sesuai ketentuan.
Erlangga juga menjelaskan bahwa kontribusi perusahaan terhadap daerah tidak hanya dilihat dari jumlah tenaga kerja yang direkrut secara langsung. Operasional perusahaan turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, kontraktor daerah, hingga penyedia barang dan jasa di sekitar wilayah tambang.
Selain itu, perusahaan juga menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagai bentuk komitmen agar manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui pertemuan ini, Satgas Percepatan Investasi kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar-OPD dan Pokja, serta memastikan setiap dinamika yang muncul dapat ditangani secara cepat, terukur, dan kolaboratif demi menjaga stabilitas wilayah serta keberlangsungan investasi di Kabupaten Luwu.
(*)






