Pertumbuhan Ekonomi Luwu 2025 Cetak Rekor Tertinggi dalam Tujuh Tahun

Metroluwuraya.com |Luwu – Kinerja ekonomi Kabupaten Luwu sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang impresif. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Luwu, pertumbuhan ekonomi daerah ini menembus angka 7,43 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sekaligus menegaskan fase kebangkitan ekonomi Luwu.

Di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Luwu menempati posisi kedua tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota, tepat di bawah Kabupaten Sidenreng Rappang. Peringkat ini mencerminkan meningkatnya daya saing ekonomi Luwu di kancah regional.

Bacaan Lainnya

Jika menilik tren beberapa tahun terakhir, ekonomi Luwu sempat berada di titik terendah pada 2020 dengan pertumbuhan 1,3 persen. Kondisi tersebut berangsur membaik pada 2021 menjadi 6,03 persen. Meski sempat melambat hingga 4,36 persen pada 2024, grafik pertumbuhan kembali menanjak signifikan pada 2025.

Dari sisi nominal, PDRB atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp24.699,39 miliar, sementara PDRB per kapita mencapai Rp63,45 juta. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor pertanian yang menyumbang 50,65 persen terhadap total PDRB. Kontributor berikutnya adalah sektor perdagangan dan reparasi (11,19 persen), industri pengolahan (9,22 persen), konstruksi (4,78 persen), serta sektor lainnya sebesar 24,16 persen.

Berdasarkan pendekatan pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Luwu terutama ditopang konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,77 persen. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 37,29 persen, disusul konsumsi pemerintah sebesar 8,36 persen, sedangkan komponen lainnya tercatat minus 0,42 persen.

Bupati Luwu, Patahudding, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat dan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menggerakkan sektor produktif.

Menurutnya, pertumbuhan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan berada pada arah yang tepat. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memperkuat sektor unggulan seperti pertanian, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan daya beli masyarakat.

Pemkab Luwu optimistis tren positif ini dapat dipertahankan melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *