Metroluwuraya.com, Luwu | PT PLN (Persero) bersama PT Masmindo Dwi Area dan Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terus mematangkan langkah strategis dalam pembangunan jaringan listrik menuju kawasan tambang. Proyek ini disiapkan guna memenuhi kebutuhan energi sektor industri sekaligus menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat sekitar.
Manajer PLN UP3 Palopo, Yekti Kurniawan, menjelaskan bahwa jaringan yang akan dibangun berupa tegangan menengah 20 kilovolt (kV) dengan panjang kurang lebih 42 kilometer. Infrastruktur tersebut dirancang memiliki kapasitas 23 MVA untuk mendukung aktivitas pertambangan.
“Pekerjaan konstruksi ditargetkan mulai Juni 2026 dan selesai pada September 2026,” ujar Yekti.
Rute jaringan listrik direncanakan melintasi wilayah Sampeang hingga Kadong-Kadong bagian atas, yang memiliki karakteristik medan berbukit serta akses yang cukup menantang.
Meski difokuskan untuk menunjang operasional industri tambang, PLN memastikan suplai listrik untuk masyarakat tetap aman dengan mengandalkan jaringan yang sudah tersedia.
“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal karena ditopang oleh jaringan eksisting yang andal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yekti mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi di Kabupaten Luwu terus mengalami peningkatan dan kini telah mencapai 99 persen. Hal ini menunjukkan semakin luasnya jangkauan layanan listrik bagi warga.
Namun, proses pembangunan tidak lepas dari hambatan. Kondisi geografis berupa pegunungan, keterbatasan akses, serta faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan proyek.
“Medan yang sulit dan cuaca kerap menjadi kendala, tetapi kami tetap berkomitmen menghadirkan listrik hingga ke wilayah terpencil,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan di jalur Sampeang–Kadong-Kadong, PLN juga telah melakukan penataan ulang jaringan melalui pengalihan rute serta pembangunan infrastruktur baru.
Dari sisi keselamatan, standar konstruksi diterapkan secara ketat, terutama pada jalur yang dilintasi kendaraan tambang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan kabel bawah tanah di titik-titik tertentu.
“Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi gangguan serta meningkatkan keandalan sistem kelistrikan,” ungkap Yekti.
Melalui pembangunan ini, diharapkan kebutuhan energi sektor industri dapat terpenuhi tanpa mengganggu layanan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Luwu.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Bagi PT Masmindo Dwi Area, ketersediaan listrik yang stabil menjadi faktor krusial dalam mempercepat tahapan produksi. Dukungan energi yang memadai memungkinkan perusahaan meningkatkan kapasitas operasional, mengoptimalkan hasil produksi, serta memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Dampak lanjutan dari proyek ini diperkirakan cukup besar, mulai dari terbukanya lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, hingga berkembangnya sektor-sektor penunjang lainnya.
Dengan demikian, pembangunan jaringan listrik ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari upaya strategis dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Luwu melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam secara optimal.
(*)


Komentar