Perkuat Ketahanan JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Kampus Lewat Lomba Pemodelan Aktuaria 2025

Metroluwuraya.com, Jakarta | BPJS Kesehatan menggelar Puncak Grand Final Lomba Pemodelan Aktuaria Tahun 2025 sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pendekatan analisis berbasis data. Ajang ini sekaligus menjadi ruang sinergi antara BPJS Kesehatan dan dunia akademik dalam menjawab tantangan keberlanjutan JKN yang kian kompleks.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa cakupan kepesertaan Program JKN saat ini telah melampaui 284,11 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut harus diiringi dengan pengelolaan keuangan yang presisi dan berbasis analisis mendalam agar keberlanjutan program tetap terjaga.

Bacaan Lainnya

Ghufron menilai meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan, pergeseran pola penyakit, serta kebutuhan pembiayaan yang terus berkembang menuntut dukungan analisis aktuaria yang kuat. Ia menegaskan, data yang dimiliki BPJS Kesehatan bukan sekadar deretan angka, melainkan sumber pengetahuan strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence based policy).

“Pemodelan aktuaria memiliki peran penting dalam memetakan risiko, menghitung kecukupan dana, sekaligus memberikan arah kebijakan guna menjaga ketahanan finansial Program JKN,” ujar Ghufron.

Melalui Lomba Pemodelan Aktuaria, BPJS Kesehatan mendorong agar keilmuan aktuaria di perguruan tinggi dapat terhubung langsung dengan kebutuhan nyata pengelolaan jaminan sosial kesehatan. Ghufron berharap ide-ide pemodelan yang dihasilkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi dapat dikembangkan bersama untuk memperkuat Dana Jaminan Sosial.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dosen pembimbing, dewan juri, serta para pemangku kepentingan yang terlibat, di antaranya Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam pengembangan ilmu aktuaria yang relevan dengan kebutuhan jaminan sosial kesehatan nasional.

Lomba Pemodelan Aktuaria BPJS Kesehatan Tahun 2025 diikuti oleh 47 karya dari 27 perguruan tinggi di Indonesia, mulai dari jenjang S1 hingga S3. Seluruh karya terpilih akan dikembangkan lebih lanjut oleh BPJS Kesehatan sebagai bagian dari kolaborasi berkelanjutan dengan dunia akademik. Hasil kajian tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, khususnya dalam menjawab tantangan keberlanjutan pembiayaan, kepatuhan peserta, serta pengelolaan risiko Program JKN.

Sementara itu, Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Nikodemus Beriman Purba, yang mewakili Ketua DJSN, menilai pemodelan aktuaria menjadi instrumen kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan Program JKN yang bersifat multidimensi. Ia menyebut tantangan JKN tidak hanya berkaitan dengan aspek finansial, tetapi juga menyentuh ranah kebijakan dan keadilan sosial secara bersamaan.

Nikodemus menyoroti masih adanya ketidakseimbangan antara besaran iuran dan beban klaim yang tercermin dari rasio yang belum sepenuhnya ideal. Selain itu, meningkatnya prevalensi penyakit katastropik berbiaya tinggi turut menjadi tantangan serius yang perlu direspons melalui penguatan upaya promotif dan preventif, termasuk pembiasaan pola hidup sehat di masyarakat.

Menurutnya, Program JKN tidak dapat dikelola dengan asumsi tunggal, melainkan membutuhkan pemodelan aktuaria multi-skenario untuk mengantisipasi berbagai risiko di masa depan. Ia berharap hasil kajian dari lomba ini dapat menjadi masukan strategis bagi BPJS Kesehatan dalam merumuskan arah kebijakan dan strategi penyelenggaraan JKN ke depan.

Adapun pemenang Grand Final Lomba Pemodelan Aktuaria Tahun 2025 sebagai berikut:

Jenjang S1

Juara I: Universitas Gadjah Mada

Juara II: Universitas Katolik Parahyangan

Juara III: Universitas Indonesia

Harapan I: Universitas Indonesia

Harapan II: Institut Teknologi Kalimantan

Jenjang S2

Juara I: Institut Teknologi Bandung

Juara II: Universitas Hasanuddin

Juara III: IPB University

Jenjang S3

Juara I: Universitas Gadjah Mada

Juara II: Universitas Gadjah Mada

 

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *