Perjuangan PS Luwu Belopa: Dari Penggalangan Dana hingga Menempuh Perjalanan Panjang ke Yogyakarta

Metroluwuraya.com, YOGYAKARTA | Perjalanan PS Luwu Belopa menuju ajang sepak bola nasional di Yogyakarta bukanlah hal yang mudah. Tim muda asal Sulawesi Selatan ini harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari penggalangan dana hingga perjalanan panjang yang penuh kendala sebelum akhirnya tiba di Kota Pelajar.

Demi mengharumkan nama Tana Luwu di kancah nasional, tim pelatih, ofisial, serta orang tua pemain turut berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan tim.

“Utamanya orang tua para pemain yang sangat luar biasa berperan dalam penggalangan dana buat tim,” ungkap Coach Dedi.

Dengan keterbatasan dana, PS Luwu U13 dan rombongan memilih jalur laut untuk menuju Yogyakarta. Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Saat tiba di Makassar pada Rabu (12/02/2025) subuh pukul 05.00 WITA, mereka mendapat kabar bahwa keberangkatan kapal diundur hingga esok hari pukul 12 malam.

Beruntung, salah satu anggota rombongan memiliki kerabat di Makassar, sehingga mereka bisa menginap sementara sebelum akhirnya berangkat ke Surabaya.

Setelah menempuh perjalanan laut selama satu hari dua malam, rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Minggu (09/02/2025) pukul 13.30 WIB. Tanpa berlama-lama, mereka langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Yogyakarta dengan bus yang telah disiapkan. Perjalanan ini memakan waktu sekitar tujuh jam, dan mereka tiba di Yogyakarta pada pukul 19.30 WIB.

Setibanya di Yogyakarta, rombongan disambut hangat oleh para mahasiswa asal Sulawesi Selatan di Asrama Luwu, Jalan Timoho. Setelah beristirahat semalam, mereka kemudian berpindah ke Gedung Wisma Sawerigading, yang kini menjadi asrama bagi warga Sulawesi Selatan di Yogyakarta. Di tempat inilah mereka menetap selama mengikuti kompetisi.

Dedi mengakui bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan, mulai dari persiapan keberangkatan hingga fasilitas tempat tinggal selama di Yogyakarta.

Setelah tiba, para pelatih segera menggelar latihan perdana di Stadion Mandala Krida. Namun, tantangan lain muncul, yaitu jarak antara tempat tinggal dan lokasi latihan yang cukup jauh.

“Sebelum bertanding, kami mengalami kendala terkait jarak tempat tinggal dan titik latihan yang cukup jauh,” ujar Dedi.

Dramatis! Penalti di Detik Akhir Selamatkan PS Luwu Belopa dari Kekalahan

SLEMAN – Laga perdana Grup B di Lapangan UII, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (12/02/2025) mempertemukan PS Luwu Belopa melawan SSB Batu Tongkok, tim perwakilan dari Nusa Tenggara Barat.

Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir dengan skor imbang 1-1 setelah drama penalti di detik-detik akhir laga.

Sejak babak pertama, PS Luwu Belopa tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh para talenta muda Bumi Sawerigading. Namun, meskipun mendapat banyak peluang, mereka gagal mencetak gol hingga turun minum, membuat skor tetap 0-0.

Memasuki babak kedua, SSB Batu Tongkok mulai tampil lebih ofensif. Mereka menguasai bola dan menekan lini pertahanan PS Luwu Belopa hingga menit ke-50. Pada menit ke-52, wasit memberikan penalti untuk SSB Batu Tongkok setelah insiden di kotak penalti yang memicu protes dari kubu PS Luwu Belopa.

Keputusan yang dianggap kontroversial itu akhirnya membawa keuntungan bagi SSB Batu Tongkok. Al Muhyi, eksekutor mereka, sukses menjalankan tugasnya dan membawa timnya unggul 1-0 di menit ke-54.

Tertinggal satu gol, PS Luwu Belopa tidak menyerah. Mereka kembali mengatur tempo permainan dan mencoba membangun serangan dari lini tengah. Beberapa peluang emas lahir dari tembakan jarak jauh, namun keberuntungan belum berpihak kepada mereka.

Atmosfer semakin panas di menit-menit akhir pertandingan. Gemuruh dukungan dari tribun, terutama dari mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang menempuh studi di Yogyakarta, semakin membakar semangat PS Luwu Belopa.

Keajaiban akhirnya datang di detik-detik terakhir. Pada menit ke-74, wasit menunjuk titik putih untuk PS Luwu Belopa setelah pemain SSB Batu Tongkok melakukan handball di kotak penalti. Kesempatan emas ini dimanfaatkan dengan baik oleh sang kapten, Muh. Akbar, yang sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Beberapa detik setelah gol tersebut, wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Gol dramatis di penghujung laga ini tentu menjadi pukulan bagi SSB Batu Tongkok, sementara bagi PS Luwu Belopa, ini adalah hasil kerja keras dan doa yang terjawab.

Pelatih PS Luwu Belopa, Dedi, menegaskan bahwa masih ada banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam penyelesaian akhir dan peran gelandang dalam membangun serangan.

“Kami akan melakukan evaluasi di sektor finishing dan lini tengah. Masih ada dua pertandingan lagi, yaitu melawan Bali United dan Sulawesi Utara. Laga selanjutnya akan berlangsung pada Jumat pagi di Lapangan UII Yogyakarta melawan Bali United,” ujar Dedi.
(Redaksi Metro)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *