Orientasi Gizi Ibu dan Anak serta 3 Pesan Kunci Pencegahan Stunting Digelar di Puskesmas Ponrang Selatan

Kesehatan1545 Dilihat

Luwu, Metroluwuraya.com | Orientasi Gizi Ibu dan Anak serta tiga pesan kunci pencegahan stunting sukses diselenggarakan di Aula Puskesmas Ponrang Selatan, Jumat (19/2/2025). Kegiatan ini diprakarsai oleh UNICEF bersama mitra Jenewa Institute dan didukung oleh Tanoto Foundation, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagai kelanjutan dari orientasi yang telah dilaksanakan di tingkat provinsi, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, bidan, kader Posyandu, tokoh agama, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, organisasi kepemudaan, serta pendamping keluarga.

Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, M.P.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan stunting. “Dalam penyelesaian masalah stunting, fokus utama kita adalah memastikan ibu hamil rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan, mengikuti kelas ibu hamil, serta membawa anak balita ke Posyandu secara berkala untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Upaya ini bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan seluruh komponen masyarakat,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Ponrang Selatan, Ira, SKM, juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masalah stunting di wilayah tersebut. “Stunting adalah masalah serius yang harus kita tangani bersama. Kita perlu mencari strategi agar stunting di Ponrang Selatan dapat diminimalisir dan akhirnya dihilangkan. Kegiatan ini adalah bentuk dukungan khusus dari pusat kepada kita,” ungkapnya.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Camat Ponrang Selatan, Abdi Hamid, SE. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif tersebut dan menekankan perlunya pendekatan yang lebih efektif dalam perubahan perilaku masyarakat. “Tahun ini kita patut bersyukur karena lokus stunting kita berkurang. Namun, kita tetap perlu mengubah metode pendekatan, termasuk dalam edukasi masyarakat. Stunting dimulai sejak masa remaja, kehamilan, hingga kelahiran. Oleh karena itu, keterlibatan kepala desa dan tokoh masyarakat sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai masalah gizi di wilayah kita,” jelasnya.

Kegiatan ini terdiri dari dua sesi, yakni sesi pertama untuk lintas sektor dan sesi kedua khusus bagi bidan serta kader Posyandu. Dalam setiap sesi, fasilitator puskesmas menyampaikan tiga pesan kunci pencegahan stunting sebagai bagian dari strategi penanggulangan masalah gizi di masyarakat.

Orientasi ini menjadi langkah awal dalam membangun komitmen bersama guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta memastikan anak-anak di Kabupaten Luwu tumbuh sehat dan berkualitas.
(Syahril)

Komentar