Musda V LDII Luwu Jadi Momentum Penguatan Organisasi dan Dukungan Pembangunan Daerah

Metroluwuraya.com | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Luwu menggelar Musyawarah Daerah (Musda) V Tahun 2026 di Gedung BRC Belopa, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun ini menjadi forum penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus memperkuat kontribusi LDII bagi pembangunan daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Luwu, unsur Forkopimda atau perwakilannya, jajaran pengurus DPW LDII Sulawesi Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, insan pers, serta ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Musda V LDII Kabupaten Luwu, Legiman, menjelaskan bahwa persiapan kegiatan telah dimulai sejak Februari 2026 melalui sejumlah rapat koordinasi. Menurutnya, Musda merupakan agenda konstitusional organisasi yang wajib dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LDII.

“Selain memilih ketua dan kepengurusan baru untuk periode mendatang, Musda juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pengurus LDII mulai dari tingkat kabupaten, cabang hingga anak cabang,” ujar Legiman.

Ia menuturkan, forum tersebut tidak hanya membahas regenerasi kepemimpinan, tetapi juga menyusun program kerja yang sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Luwu menuju daerah yang unggul dan berkarakter.

LDII, lanjut Legiman, memiliki sejumlah program prioritas yang mengacu pada delapan klaster pengabdian yang dicanangkan tingkat pusat. Program tersebut mencakup bidang ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi, wawasan kebangsaan, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan.

“Berbagai program itu telah dijalankan di lingkungan pesantren LDII di berbagai daerah. Ke depan, kami ingin memperluas implementasinya melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” katanya.

Dalam sektor ketahanan pangan, LDII juga berencana mengembangkan budidaya sorgum di Kabupaten Luwu. Tanaman tersebut dinilai memiliki potensi besar dan telah berhasil dikembangkan di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Tak hanya itu, LDII menyatakan komitmennya untuk mendukung program pengembangan kakao yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Legiman mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu terkait rencana distribusi delapan juta bibit kakao.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Lahan milik warga LDII yang memungkinkan akan kami dorong untuk mendukung pengembangan perkebunan kakao di Kabupaten Luwu,” ujarnya.

Musda V LDII Kabupaten Luwu diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari unsur pengurus harian DPD, pimpinan cabang dan anak cabang, dewan penasihat, alim ulama, majelis taklim, hingga perwakilan pondok pesantren di bawah naungan LDII.

Legiman berharap forum tersebut mampu melahirkan kepengurusan yang solid, representatif, dan mampu menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi atas peran aktif LDII dalam mendukung pembangunan dan pembinaan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Luwu mengapresiasi kontribusi LDII selama ini. Semoga Musda ini berjalan sukses, menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman, serta melahirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Muh. Rudi, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan dan sinergi, Musda V LDII Kabupaten Luwu diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi sekaligus mempertegas peran LDII dalam mendukung pembangunan daerah di bidang keagamaan, sosial, ekonomi, dan ketahanan pangan.

 

 

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *