KH Chriswanto Santoso: Jadikan 1 Muharam Momentum Hijrah Bangsa Menuju Keadilan dan Kemajuan

Ldii Jakarta312 Dilihat

Metroluwuraya.com, Jakarta – Tahun Baru Islam 1 Muharam yang diperingati hari ini memiliki makna penting bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Momentum ini diambil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada 622 Masehi, yang menandai awal kalender Hijriah.

Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso, mengingatkan bahwa hijrah bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga tonggak penting dalam penyebaran Islam. “Hijrah merupakan pemindahan pusat dakwah Rasulullah yang akhirnya membentuk dakwah lebih terorganisir dengan dukungan penduduk Madinah,” ujarnya.

Menurut KH Chriswanto, semangat hijrah relevan untuk kehidupan sosial, kebangsaan, dan kenegaraan. Ia menekankan perlunya kepemimpinan nasional yang terus berbenah agar bangsa Indonesia menjadi bangsa maju. “Salah satu tujuan dakwah Islam adalah mewujudkan keadilan. Ini selaras dengan sila Pancasila dan amanah Pembukaan UUD 1945, yakni mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadilan sosial,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan 1 Muharam sebagai refleksi bersama, memperbaiki moralitas, dan menegakkan nilai-nilai Pancasila. “Cukup sudah kita melihat bukti triliunan rupiah digelar sebagai barang bukti. Dengan memperbaiki moralitas, negara ini bisa bangkit dari cengkeraman KKN dan sikap individualistis,” tuturnya.

KH Chriswanto mengingatkan, bangsa Indonesia memiliki fondasi moral yang kuat: persatuan, kesatuan, gotong royong, dan budaya kerja sama. Namun, nilai-nilai ini, menurutnya, mulai luntur akibat sikap individualistis. “Sejarah bangsa ini terlupakan. Kita lebih mengutamakan hak daripada kewajiban. Akhirnya lupa membangun kesejahteraan bersama, lebih senang makmur sendiri,” ujarnya.

Ia mengajak umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia meneladani hijrah Nabi: meninggalkan kebodohan menuju pencerahan, membangun masyarakat beradab, dan mandiri. “Bangsa ini tidak boleh terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan dan kemunduran. Dengan semangat hijrah, Indonesia harus mandiri dan mengejar ketertinggalan dari bangsa lain di semua bidang,” pungkasnya.

(*)

Komentar