Bupati Luwu Soroti Evaluasi dan Penguatan Metode Dakwah dalam Pembekalan Muballigh

Pemkab Luwu133 Dilihat

Metroluwuraya.com | Pemerintah Kabupaten Luwu menghadiri kegiatan Pembekalan Muballigh dan Muballigha yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Persatuan Muballigh Islam Luwu (Persamil) tingkat Kabupaten Luwu. Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Luwu, Patahudding, Wakil Bupati Muh. Dhevy Bijak Pawindu, serta Penjabat Sekretaris Daerah Muh. Rudi, di Aula Andi Kambo, Kompleks Perkantoran Bupati Luwu, Kamis (12/2/2026).

Dalam agenda tersebut, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Selatan, Prof. Mustari Bosra, secara resmi melantik H. M. Anang Ismail sebagai Ketua MUI Kabupaten Luwu. Sementara itu, Bupati Luwu juga melantik H. Alimuddin Hasyam sebagai Ketua Persamil Kabupaten Luwu untuk masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, Patahudding menegaskan pentingnya melakukan evaluasi sekaligus memperkuat pendekatan dakwah agar mampu menjawab tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan, Kabupaten Luwu masih dihadapkan pada berbagai persoalan sosial, seperti meningkatnya kasus kekerasan seksual, tingginya angka perceraian, hingga penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, keberadaan muballigh dan muballigha memiliki peran vital dalam memberikan pemahaman keagamaan, pembinaan akhlak, serta memperkuat ketahanan keluarga dan pembentukan karakter generasi muda.

Ia menambahkan, dakwah harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat dan menyentuh langsung persoalan yang ada. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, ulama, serta para muballigh dinilai sangat penting dalam menekan berbagai permasalahan sosial.

Sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban dan perlindungan anak, Pemkab Luwu telah mengeluarkan Peraturan Bupati yang melarang anak usia sekolah berada di luar rumah setelah pukul 22.00 WITA. Namun, apabila terdapat keperluan mendesak seperti tugas sekolah, anak tetap diperbolehkan keluar dengan pendampingan orang tua atau keluarga.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan para muballigh dan muballigha semakin meningkatkan kapasitas dan kualitas dakwah, sehingga mampu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Luwu yang religius, aman, dan berkarakter.

 

(Redaksi)

Komentar