Jakarta, Metroluwuraya.com | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengapresiasi pelatihan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang diselenggarakan DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, pada 23–26 Mei 2025. Kegiatan ini sekaligus menjadi perintisan program Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan (SANM).
Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Abdul Mu’ti menyampaikan penghargaan atas inisiatif LDII. “Terima kasih kepada LDII yang telah menyelenggarakan pelatihan TPPK. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Semoga LDII terus menjadi pelopor dalam membina generasi muda berkarakter luhur,” tulisnya dalam kolom komentar Zoom.
Pelatihan TPPK diikuti oleh sekitar 1.800 peserta secara daring dan 200 peserta secara luring. Para peserta merupakan perwakilan dari sekolah dan pondok pesantren binaan LDII, yang nantinya akan membentuk TPPK di lembaga masing-masing. Selain materi dari para narasumber, peserta juga mengikuti simulasi penanganan kasus kekerasan di satuan pendidikan.
Kepala Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII, Thonang Effendi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan amanat Undang-Undang serta hasil keputusan Musyawarah Nasional dan Rapat Kerja Nasional LDII sejak 2011 hingga 2023.
“Pelatihan ini bertujuan mewujudkan salah satu dari 8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa, yakni bidang pendidikan. Kami berupaya membentuk SDM yang profesional religius,” ujar Thonang. Ia menambahkan bahwa sistem pendidikan LDII bersifat holistik dan integratif, selaras dengan kebijakan Kemendikdasmen.
Thonang menegaskan bahwa pembentukan TPPK bertujuan utama untuk pencegahan kekerasan melalui kampanye dan penerapan nilai-nilai luhur. Penanganan baru dilakukan jika tindakan pencegahan tidak berhasil, tentunya dengan prosedur yang sesuai.
Sebagai tindak lanjut, DPP LDII akan melakukan pendampingan langsung terhadap tiga lembaga pendidikan sebagai percontohan pembentukan TPPK, yakni Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, International Islamic Boarding School Baitul Manshurin Malang, dan Bina Indonesia Gemilang Boarding School Depok.
Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat DPP LDII, dr. Muslim Tadjuddin Chalid, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Satuan Pendidikan.
“Program SANM kami selaraskan dengan kebijakan pemerintah demi menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, baik fisik maupun psikologis,” ujar Muslim. Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter serta kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan sekolah yang ramah anak. (*)






