Kemendes PDTT dan LDII Teken MoU Dukung Asta Cita ke-6 dan Pembangunan Desa

Metroluwuraya.com, Jakarta – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 15 lembaga, termasuk Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dalam rangka mendorong kolaborasi lintas sektor guna mempercepat implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke-6. Penandatanganan dilakukan pada Rabu, 23 Juli 2025 di kantor Kemendes PDTT, Jakarta.

Menteri Desa dan PDTT, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan kunci mewujudkan kesejahteraan nasional. “Desa itu harus menjadi pusat perhatian. Dengan membangun desa, sejatinya membangun Indonesia. Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu menjadi super tim melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Kemendes PDTT saat ini telah menetapkan 12 Program Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia, dan seluruh MoU yang ditandatangani diarahkan untuk mendukung program tersebut. Yandri juga menyampaikan bahwa masih terdapat lebih dari 10.000 desa tertinggal dan 20.000 desa belum memiliki sinyal, sehingga diperlukan kerja nyata semua pihak.

“MoU ini harus dikawal agar tidak berhenti di tanda tangan. Kita butuh implementasi nyata,” tegas Yandri, seraya menambahkan bahwa Kemendes telah menjalin kerja sama dengan 48 mitra dan akan terus diperluas hingga 80 mitra sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa LDII telah lama berkontribusi dalam pembangunan desa. “Kerja sama LDII dengan Kemendes bukan sekadar di atas kertas. Kami telah melakukan panen bibit sorgum bersertifikat bersama Pak Menteri di Blora, dan kini kami tengah mengembangkan bibit untuk penanaman berkelanjutan,” ungkapnya.

Menurut KH Chriswanto, sorgum merupakan tanaman strategis yang mendukung ketahanan pangan dan pakan ternak, terutama di daerah seperti Blora yang memiliki populasi ternak sapi besar. Ia berharap kolaborasi ini dapat melibatkan lebih banyak pihak untuk memperkuat pembangunan desa dari berbagai aspek.

Selain bidang pertanian, LDII juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dakwah, dan pemanfaatan teknologi digital. “Sebagian besar warga LDII tinggal di desa. Kami berkomitmen untuk mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan melalui pembangunan desa,” tambahnya.

KH Chriswanto juga menegaskan bahwa LDII siap bersinergi dalam bidang pendidikan karakter, dakwah, penanganan stunting, dan pengembangan ekonomi syariah, guna mendukung visi dan misi Kemendes PDTT dalam membangun desa yang maju dan mandiri.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *