18 Tahun Jadi Peserta JKN, Sari Rasakan Kemudahan Berobat Lewat Mobile JKN

PALOPO| METROLUWURAYA.COM – Kemudahan layanan digital BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN dirasakan langsung oleh Sari Barianti (47), seorang guru sekaligus peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aplikasi tersebut memudahkannya mengakses layanan kesehatan tanpa harus mengantre untuk melakukan pendaftaran secara manual di rumah sakit.

Pengalaman itu disampaikan Sari saat menjalani pengobatan di RS ST. Madyang, Senin (28/9/2026). Warga Perumnas Rampoang tersebut mengaku terbantu dengan berbagai inovasi layanan digital yang dikembangkan BPJS Kesehatan.

Sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Sari telah menikmati manfaat jaminan kesehatan selama kurang lebih 18 tahun. Keikutsertaannya dimulai sejak 2008, ketika masih tercatat sebagai peserta PT Askes (Persero) setelah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saya sudah cukup lama menggunakan layanan ini untuk berobat, sejak saya diangkat menjadi PNS di tahun 2008 hingga sekarang,” jelas Sari.

Selama menjadi peserta JKN, ia telah merasakan manfaat jaminan kesehatan dalam berbagai kondisi medis. Pada 2010, Sari pernah menjalani operasi caesar. Kini, ia kembali memanfaatkan layanan JKN untuk menjalani perawatan kemoterapi di Poli Onkologi.

“Dulu saya pernah dioperasi caesar tahun 2010, sekarang lanjut untuk penanganan kemoterapi di Poli Onkologi, alhamdulillah bagus, tidak pernah ada kendala apa pun,” ungkapnya.

Menurut Sari, perkembangan layanan JKN saat ini memberikan perubahan signifikan, terutama dalam hal kemudahan mengakses pelayanan kesehatan. Kehadiran Mobile JKN membuat proses pendaftaran menjadi lebih praktis karena dapat dilakukan langsung melalui telepon genggam.

Jika sebelumnya peserta harus datang dan mengurus pendaftaran secara manual di rumah sakit, kini proses tersebut bisa dilakukan dari mana saja tanpa perlu menghabiskan waktu untuk mengantre.

“Saya rasa dengan adanya aplikasi ini, kita lebih mudah berobat. Tidak ada kendala juga, kecuali memang kalau servernya sedang tidak bagus,” ujarnya.

Tak hanya kemudahan pendaftaran, Sari juga mengapresiasi komunikasi pihak rumah sakit yang dinilainya berjalan dengan baik. Informasi mengenai perubahan jadwal pelayanan dokter disampaikan lebih awal sehingga pasien dapat menyesuaikan waktu kunjungan.

Ia mencontohkan, pemberitahuan perubahan jadwal poli diterimanya setelah melakukan pendaftaran sekitar sepekan sebelumnya. Informasi tersebut sangat membantu, mengingat dokter yang menanganinya hanya memberikan pelayanan pada Jumat dan Sabtu.

“Seminggu lalu saya mendaftarkan diri, kemarin ada pemberitahuan bahwa jadwal poli dari dokter berubah. Itu sangat membantu kami, apalagi dokternya hanya ada di hari Jumat dan Sabtu,” tambahnya.

Sari berharap kemudahan dan kualitas pelayanan JKN yang telah dirasakannya dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan. Ia ingin seluruh peserta mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang semakin baik, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

“Semoga pelayanannya semakin baik lagi, agar semua orang yang ingin berobat bisa mendapatkan penanganan yang baik juga ke depannya,” tutup Sari.

Pengalaman Sari menjadi gambaran pentingnya keberlanjutan program JKN dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat. Mulai dari kebutuhan persalinan hingga penanganan penyakit yang membutuhkan perawatan jangka panjang, JKN hadir memberikan jaminan akses pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi melalui Mobile JKN menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemudahan akses layanan, sekaligus mendorong pelayanan kesehatan yang lebih praktis dan efisien bagi masyarakat.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *