PALOPO| METROLUWURAYA.COM — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan pada Rabu (15/7) menjadi kesempatan bagi Hernawati Arif (39), warga Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, untuk membagikan pengalamannya saat mendapatkan pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palopo.
Hernawati datang ke kantor tersebut untuk menyelesaikan persoalan status kepesertaannya yang sempat tidak aktif. Setelah dilakukan pemeriksaan administrasi oleh petugas, diketahui bahwa status kepesertaannya menjadi nonaktif karena adanya perubahan pada dokumen administrasi yang dimilikinya.
Petugas kemudian memberikan penjelasan dan mengarahkan Hernawati untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan agar dapat diusulkan kembali sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan iuran yang ditanggung Pemerintah Daerah.
Setelah seluruh proses administrasi diselesaikan, kepesertaan Hernawati akhirnya kembali aktif. Dengan demikian, ia dapat kembali memanfaatkan layanan kesehatan yang dijamin melalui Program JKN.
Bagi Hernawati, proses pengurusan tersebut memberikan pengalaman positif. Ia menilai pelayanan yang diterimanya sejak pertama kali tiba di kantor BPJS Kesehatan berlangsung ramah, cepat, dan informatif.
Ia bahkan mengapresiasi peran petugas keamanan yang menurutnya turut membantu peserta sejak berada di pintu masuk kantor.
“Saat saya baru datang di kantor BPJS, saya langsung disambut oleh satpam yang sopan dan sangat menghargai saya sebagai peserta. Satpam langsung menanyakan apa kendala saya dan membantu mengarahkan ke petugas loket. Jadi, menurut saya, pelayanan yang diberikan betul-betul sudah bagus. Proses pengurusannya juga tidak lama dan saya diarahkan dengan jelas oleh petugas, bahkan sudah tidak ada lagi yang diminta berkas-berkas fotokopi,” ujar Hernawati.
Selama terdaftar sebagai peserta JKN dengan iuran yang ditanggung pemerintah, Hernawati mengaku telah beberapa kali menggunakan manfaat program tersebut untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Menurutnya, pengalaman saat berobat maupun ketika menyelesaikan berbagai keperluan administrasi berjalan lancar. Ia juga tidak merasa dipersulit ketika harus mengambil antrean ataupun mengurus dokumen kepesertaan.
“Tidak pernah dipersulit, bahkan saat mengambil nomor antrean atau mengurus administrasi, semuanya langsung dilayani dengan baik dan dibantu oleh petugas,” ungkapnya.
Bukan hanya di kantor BPJS Kesehatan, Hernawati juga memberikan penilaian positif terhadap pelayanan yang diterimanya di fasilitas kesehatan.
Ia mengatakan, dirinya tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara peserta JKN dengan pasien lainnya. Sistem antrean online juga dinilai membantu peserta mengetahui posisi antrean sebelum mendapatkan pelayanan.
“Tidak pernah saya diperlakukan berbeda kalau berobat di fasilitas kesehatan. Semua pasien dilayani dengan adil sesuai dengan nomor antreannya karena sekarang itu sudah bagus, sudah ada nomor antrean online jadi kita bisa tahu antrean kita saat berobat, tidak bingung-bingung ki lagi,” tuturnya.
Dari sisi pembiayaan, Program JKN juga dinilai memberikan manfaat yang besar bagi Hernawati. Selama kepesertaannya ditanggung pemerintah, ia mengaku tidak pernah dibebani pembayaran untuk obat maupun pelayanan kesehatan yang menjadi tanggungan program sesuai ketentuan.
“Selama ini pakai BPJS Kesehatan yang ditanggung pemerintah, saya tidak pernah disuruh bayar-bayar obat,” jelasnya.
Persoalan kepesertaan yang sempat dialaminya pun akhirnya dapat diselesaikan. Hernawati mengaku lega karena proses pengaktifan kembali kepesertaannya berlangsung tanpa prosedur yang menurutnya berbelit-belit.
“Terima kasih karena kendala yang saya alami bisa dibantu dan diselesaikan dengan cepat. Saya sangat puas dengan pelayanan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Di usia ke-58 BPJS Kesehatan, Hernawati berharap kualitas pelayanan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
“Di hari yang baik ini, khususnya untuk BPJS yang usianya sudah 58 tahun, harapan saya semoga pelayanan BPJS Kesehatan semakin baik ke depannya. Selama ini pelayanannya sudah bagus, tetapi kalau bisa terus ditingkatkan supaya masyarakat semakin merasakan manfaatnya dan makin nyaman saat datang ke kantor BPJS,” tutup Hernawati.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palopo, Dahniar Hasyim Dahlan, menyampaikan apresiasi atas pengalaman positif yang disampaikan Hernawati sebagai peserta JKN.
Menurut Dahniar, cerita langsung dari peserta menjadi bagian penting dalam mendorong BPJS Kesehatan untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para peserta yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman positif selama memanfaatkan JKN. Tentu hal ini menjadi penyemangat juga untuk kami sebagai Duta BPJS Kesehatan agar terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan yang terbaik untuk seluruh peserta,” ungkap Dahniar.
(Redaksi)






