Ayah Penjual Kue di Belopa Berjuang Rawat Anak Penyandang Disabilitas Akibat Epilepsi

Metroluwuraya.com | Di balik kesibukannya menjajakan kue dan nasi kuning di kawasan lampu merah Radda, Belopa, Sabran menyimpan perjuangan besar sebagai seorang ayah. Setiap hari, ia berusaha mengumpulkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan perawatan putranya, Muhammad Aswan, yang mengalami disabilitas setelah menderita epilepsi.

Hasil penjualan yang diperoleh Sabran digunakan untuk mencukupi berbagai kebutuhan Aswan, mulai dari popok, susu, hingga perlengkapan penunjang perawatan lainnya. Meski kondisi ekonomi keluarga tergolong sederhana, Sabran tetap berupaya keras agar kebutuhan anaknya tidak terabaikan.

Muhammad Aswan, yang lahir pada tahun 2014, diketahui mulai mengalami gangguan kesehatan serius pada 2017. Menurut keterangan keluarga, penyakit epilepsi yang dideritanya membawa dampak besar terhadap perkembangan fisik dan kemampuan motoriknya. Sejak saat itu, Aswan tidak lagi mampu berjalan maupun berbicara dan membutuhkan bantuan penuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Saat pertama kali sakit, Aswan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar. Namun, hingga kini kondisinya belum dapat kembali seperti sebelum sakit, sehingga pengawasan dan perawatan intensif masih terus diperlukan.

Tekanan ekonomi membuat keluarga tersebut harus meninggalkan Makassar dan memilih menetap di Kelurahan Sabe, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, dengan menempati rumah kontrakan. Langkah itu diambil sebagai upaya mencari peluang penghasilan yang lebih baik demi menunjang kebutuhan hidup dan perawatan Aswan.

Di tengah perjuangan yang dijalani, Sabran berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, lembaga sosial, maupun para dermawan. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar Aswan serta mendukung keberlanjutan perawatan yang dibutuhkan.

“Kami sangat berharap ada uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan, khususnya untuk membantu kebutuhan popok, susu, dan kebutuhan harian Aswan,” ungkap Sabran.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, keluarga ini tidak pernah menyerah dalam memberikan kasih sayang dan perawatan terbaik bagi Aswan. Mereka berharap kepedulian dari berbagai pihak dapat meringankan beban yang dihadapi sekaligus memberikan harapan baru bagi masa depan Muhammad Aswan.

 

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *