108 Guru Diberi Amanah Jadi Kepala Sekolah, Bupati Luwu Tekankan Integritas

LUWU| METROLUWURAYA.COM — Bupati Luwu, H. Patahudding, menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan komitmen pengabdian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Patahudding usai menghadiri rangkaian kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024, penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun, pengukuhan Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Periode 2024–2029, serta penyerahan Surat Keputusan Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah pada UPT SMP dan SD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu.

Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara. Turut hadir Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muh. Rudi, Pabung Luwu CBA Sudirman, serta para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 16 PNS Formasi Tahun 2024 dilantik dan diambil sumpah/janjinya. Sementara 108 guru menerima penugasan sebagai kepala sekolah pada UPT SMP dan SD di Kabupaten Luwu.

Penghargaan Satyalancana Karya Satya juga diberikan kepada 364 ASN, terdiri atas 27 orang dengan masa pengabdian 30 tahun, 66 orang dengan masa pengabdian 20 tahun, dan 271 orang dengan masa pengabdian 10 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Luwu mengukuhkan tujuh anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Periode 2024-2029 yang berasal dari unsur tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Bahar Sukkara dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan.

Bupati Patahudding mengingatkan para ASN yang baru dilantik agar senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara. Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kalau sudah tidak digaji lagi, itu namanya mengabdi. Tetapi selama masih menerima gaji, maka kita harus benar-benar menjalankan tanggung jawab dan amanah yang diberikan,” tegasnya.

Khusus kepada para kepala sekolah yang menerima penugasan, Patahudding meminta agar tugas tambahan tersebut dijalankan secara profesional dan penuh tanggung jawab tanpa mengesampingkan tugas utama sebagai pendidik.

“Sekolah itu bagus tergantung dari pimpinannya. Karena itu, kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin sekaligus pendidik yang memberikan teladan bagi guru dan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Wakil Bupati, khususnya dalam membangun masyarakat yang unggul dan berkarakter.

“Dalam visi kami bersama Wakil Bupati adalah unggul berkarakter. Bagaimana kita membangun karakter anak-anak kita, bukan hanya dari rumah tetapi juga melalui sekolah,” katanya.

Karena itu, ia berharap seluruh ASN dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas, baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.

“Tujuan kita adalah mensejahterakan masyarakat. Mari kita bersinergi melaksanakan tugas dan pengabdian untuk masyarakat Kabupaten Luwu,” pungkasnya.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *