Panen Perdana Oplah di Rante Damai, Hasil Padi Tembus 8,9 Ton per Hektare

LUWU| METROLUWURAYA.COM – Program Optimalisasi Lahan (Oplah) mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Luwu. Panen perdana lahan reguler dan Oplah masa tanam April–September 2026 berlangsung di Desa Rante Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kamis (17/9/2026).

Panen tersebut dilakukan di lahan Kelompok Tani Taman Harapan yang ditanami varietas padi Ciherang. Berdasarkan laporan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, produktivitas riil mencapai 8,9 ton per hektare, sementara hasil ubinan tercatat 11,2 ton per hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Moch. Arsal Arsyad, mengatakan Kabupaten Luwu mendapat program Oplah dari Kementerian Pertanian pada 2025.

Program tersebut mencakup optimalisasi lahan rawa seluas 1.708 hektare dan lahan nonrawa 861 hektare. Sasaran utamanya adalah meningkatkan pemanfaatan lahan, produktivitas pertanian, sekaligus menaikkan indeks pertanaman (IP).

“Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300,” ujar Arsal.

Khusus di Kecamatan Walenrang Timur, pelaksanaan Oplah telah mendorong peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200. Capaian tersebut tidak lepas dari peran petani serta pendampingan penyuluh pertanian.

Bupati Luwu, H. Patahudding, dalam kesempatan itu menekankan pentingnya ketersediaan air untuk mengejar target IP 300.

Ia meminta para penyuluh pertanian bersama pemerintah desa segera memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, sehingga persoalan pengairan dapat diantisipasi sejak awal.

“Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi,” kata Patahudding.

Menurutnya, pemerintah juga telah mengarahkan program PMAS di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, dengan luasan sekitar 500 hektare untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman.

Bupati juga berharap dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat diperkuat, baik untuk kebutuhan prapanen maupun pascapanen.

Ia menargetkan penanaman padi kembali dilakukan mulai November mendatang, dengan harapan indeks pertanaman dapat meningkat hingga IP 250.

“Tidak ada alasan petani tidak turun mengolah sawah. Kita harus terus mendorong produktivitas pertanian dan memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, mengapresiasi kondisi pertanian Kabupaten Luwu yang dinilainya masih hijau dengan potensi lahan yang subur.

Ia menyebut peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200 sebagai perkembangan positif bagi sektor pertanian Luwu.

Polbangtan Gowa, kata dia, merupakan institusi binaan Kementerian Pertanian yang telah melahirkan banyak tenaga pertanian, termasuk penyuluh yang kini bertugas di Kabupaten Luwu.

Keberadaan sumber daya manusia tersebut diharapkan dapat terus memperkuat pendampingan kepada petani, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Luwu.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *