Metroluwuraya.com | Fajar baru saja menyingsing di Dusun Taddette, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu. Embun masih menempel di dedaunan ketika lantunan azan Subuh mengalun memecah kesunyian pagi.
Di sebuah rumah sederhana yang dinding papannya mulai rapuh dimakan usia, seorang perempuan lanjut usia perlahan membuka mata. Rumah itu begitu sunyi. Tak ada suara anak ataupun cucu yang menyambut pagi, hanya dirinya seorang yang menemani hari-harinya.
Perempuan itu bernama Rosi, yang kini telah berusia 80 tahun.
Sejak sang suami meninggal dunia, ia menjalani hidup seorang diri. Meski kesepian menjadi bagian dari kesehariannya, semangat untuk bertahan hidup tak pernah pudar.
Setelah bangun, Nenek Rosi menuju dapur sederhana yang hanya berisi tungku dan beberapa peralatan memasak. Jika persediaan beras masih ada, ia memasak nasi sebagai bekal sebelum bekerja. Namun ketika beras habis, ia hanya meminum air putih lalu bersiap menjalani aktivitas dengan perut kosong.
Baginya, hidup tak memberi banyak pilihan selain terus berjuang.
Dengan pakaian yang telah memudar karena sering dipakai, ia melangkah keluar rumah menuju lokasi pengikatan bibit rumput laut yang berjarak sekitar 150 meter.
Jarak tersebut mungkin terasa singkat bagi kebanyakan orang, tetapi tidak bagi perempuan berusia delapan puluh tahun. Setiap langkah harus diayunkan perlahan. Lututnya mulai melemah, punggungnya membungkuk, dan sesekali ia berhenti untuk mengatur napas sebelum melanjutkan perjalanan.
Meski demikian, ia tetap berjalan. Ia sadar, jika hari itu tidak bekerja, dapurnya mungkin tak akan mengepul.
Setibanya di lokasi, sejumlah buruh telah lebih dahulu memulai pekerjaan. Di antara mereka, Nenek Rosi menjadi pekerja dengan usia paling lanjut.
Dengan gerakan yang pelan namun teliti, ia mulai mengikat bibit rumput laut satu per satu pada tali yang telah disiapkan. Tangan yang dipenuhi keriput itu masih cekatan bekerja, walaupun jari-jarinya dipenuhi luka kecil akibat gesekan tali setiap hari.
Rasa nyeri bukan hal baru baginya. Namun, ia memilih menyimpannya sendiri. Sesekali ia ikut tersenyum ketika rekan-rekan kerjanya bercanda, seolah ingin menunjukkan bahwa kesulitan hidup tak mampu merampas kebahagiaan sederhana.
Nenek Rosi tidak bekerja demi mengejar kekayaan. Ia hanya berharap dapat membeli beras, sedikit lauk, gula, atau kebutuhan pokok agar bisa bertahan menjalani hari-hari berikutnya.
Salah seorang warga setempat, Irma, mengatakan bahwa Nenek Rosi dikenal sebagai sosok pekerja keras dan pantang mengeluh.
“Walaupun tenaganya sudah jauh berkurang dibanding pekerja lain, beliau tetap datang bekerja selama kondisi kesehatannya memungkinkan. Beliau tidak pernah mengeluh,” ujar Irma.
Menurutnya, jika kondisi tubuh Nenek Rosi sedang menurun atau sakit, ia memilih beristirahat di rumah karena fisiknya memang sudah tidak memungkinkan untuk dipaksakan.
Dari pekerjaannya sebagai buruh pengikat bibit rumput laut, Nenek Rosi memperoleh upah sekitar Rp50 ribu setiap tiga hingga lima hari bekerja. Nilai yang mungkin terasa kecil bagi sebagian orang, tetapi baginya harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup selama beberapa hari.
Sebagian besar penghasilannya habis untuk membeli beras dan kebutuhan pokok. Beruntung, kepedulian warga sekitar masih hadir. Sesekali tetangga datang membawa beras, sayuran, atau bahan makanan lainnya tanpa diminta.
Di usia senja, ketika kebanyakan orang menikmati masa pensiun bersama keluarga, Nenek Rosi justru masih harus bekerja demi bertahan hidup. Bukan karena ingin dikasihani ataupun mencari simpati, melainkan karena ia ingin tetap mandiri selama masih memiliki tenaga.
Selama kedua tangannya masih mampu mengikat seutas tali dan kedua kakinya masih sanggup melangkah, ia akan terus bekerja.
Kisah Nenek Rosi menjadi pengingat bahwa keteguhan hati tidak mengenal usia. Di balik tubuh yang semakin rapuh, tersimpan semangat hidup yang begitu besar. Setiap ikatan bibit rumput laut yang dikerjakannya menjadi simbol perjuangan, harga diri, dan harapan yang tetap menyala, meski kehidupan tak selalu berpihak kepadanya.
(*)






