PT BMS Kerahkan Water Tank 10.000 Liter Bantu Padamkan Karhutla di Bua Luwu

LUWU| METROLUWURAYA.COM — PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) mengerahkan armada water tank berkapasitas 10.000 liter dan ambulans untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Dukungan tersebut difokuskan pada pemenuhan pasokan air bagi petugas pemadam kebakaran, terutama untuk menjangkau titik api di kawasan perbukitan yang memiliki medan terjal dan sulit diakses kendaraan.

Penanganan kebakaran dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, TNI, Polri, SAR Pramuka Peduli, pemerintah kecamatan dan desa, masyarakat setempat, serta tim pemadam dari PT BMS.

Supervisor K3 PT BMS, Filham, mengatakan pengerahan armada dan personel merupakan bentuk dukungan perusahaan dalam membantu mempercepat upaya pemadaman karhutla di wilayah tersebut.

“Kami menurunkan armada dan personel untuk terlibat dalam memadamkan api di lokasi kebakaran,” kata Filham, Rabu (21/10/2026).

Ia menjelaskan, armada water tank berkapasitas 10.000 liter dioperasikan untuk menyuplai air ke armada Damkar Kabupaten Luwu. Pasokan tersebut digunakan untuk mendukung penyiraman dan pemadaman titik api di kawasan perbukitan.

Menurut Filham, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran, terlebih ketika petugas menghadapi medan yang sulit dan akses terbatas menuju lokasi.

“Alhamdulillah, selang air bisa sampai di titik api dan pemadaman dapat dilakukan,” ujarnya.

Selain armada pemasok air, PT BMS juga menyiagakan ambulans untuk mendukung penanganan medis dan evakuasi apabila terdapat korban yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Komandan Regu Damkar Kabupaten Luwu, Hardi, mengatakan sebagian personel masih melakukan pemadaman secara manual karena kondisi medan perbukitan belum sepenuhnya memungkinkan kendaraan menjangkau seluruh titik api.

Namun, memasuki hari ketiga penanganan, petugas mulai dapat memanfaatkan jalur alternatif untuk mendekati lokasi kebakaran.

Dalam operasi tersebut, satu unit armada Damkar Kabupaten Luwu dikerahkan bersama satu unit armada dari PT BMS melalui Fire Department perusahaan.

Hardi menjelaskan, keterbatasan akses menjadi kendala utama pada hari pertama dan kedua. Kondisi mulai membaik setelah jalur alternatif dapat dilalui armada pemadam.

“Untuk akses ke titik, rute lainnya sudah bisa diakses oleh unit kami. Berbeda dengan lokasi hari pertama dan hari kedua. Karena pada hari ketiga ini, unit kami sudah bisa masuk melalui akses ke rute lainnya,” kata Hardi.

Terbukanya jalur alternatif memungkinkan armada mendekati lokasi kebakaran dan membantu penyaluran air menggunakan selang menuju titik api. Dukungan water tank PT BMS turut membantu menjaga ketersediaan air selama proses pemadaman berlangsung.

Meski akses menuju sejumlah titik mulai terbuka, petugas gabungan masih menghadapi tantangan berupa medan perbukitan yang curam dan sulit dijangkau kendaraan. Akibatnya, sebagian personel tetap harus melakukan pemadaman secara manual.

Petugas gabungan terus berupaya mengendalikan titik-titik api yang tersisa sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.

Pemantauan di lokasi juga diperlukan untuk memastikan titik kebakaran yang belum tertangani dapat segera dipadamkan dan situasi berangsur aman.

Sinergi antara petugas pemerintah, aparat keamanan, masyarakat, dan dukungan perusahaan menjadi bagian penting dalam menghadapi kendala akses serta kebutuhan logistik selama penanganan karhutla di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *