Metroluwuraya.com | Petani di Desa Buntu Babang, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menghadapi ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus yang semakin masif dalam beberapa pekan terakhir. Puluhan hektare lahan persawahan dilaporkan mengalami kerusakan parah, bahkan sebagian tanaman padi yang sudah memasuki masa panen ikut habis diserang.
Salah seorang petani, Mulyadi, mengungkapkan bahwa serangan tikus telah menyebabkan kerugian besar bagi para petani. Menurutnya, hama tersebut menyerang hampir seluruh area persawahan dan merusak tanaman yang sudah siap dipanen.
“Puluhan hektare sawah habis rata dimakan tikus. Bahkan ada padi yang tinggal menunggu waktu panen, tetapi ikut rusak akibat serangan hama,” ujar Mulyadi.
Kondisi ini membuat petani khawatir kehilangan hasil panen yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan keluarga. Selain kerusakan tanaman, para petani juga harus menanggung biaya produksi yang telah dikeluarkan sejak awal musim tanam.
Kepala Desa Buntu Babang, Summana, S.E., membenarkan adanya serangan hama tikus yang melanda wilayah pertanian di desanya. Ia mengatakan pemerintah desa telah menerima banyak laporan dari warga terkait kerusakan tanaman padi akibat serangan tersebut.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami petani. Serangan hama tikus ini cukup parah dan berpotensi menyebabkan gagal panen di sejumlah lokasi. Kami berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk membantu petani mengatasi persoalan ini,” kata Summana.
Pemerintah desa bersama kelompok tani saat ini terus berupaya melakukan pengendalian hama secara gotong royong guna menekan penyebaran tikus di area persawahan. Namun, petani berharap adanya dukungan dari instansi pertanian agar penanganan dapat dilakukan lebih efektif.
Serangan hama tikus yang terjadi menjelang musim panen ini menjadi pukulan berat bagi petani di Desa Buntu Babang. Jika tidak segera ditangani, kerugian yang dialami dikhawatirkan akan semakin besar dan berdampak pada produksi pangan di wilayah tersebut.
(Redaksi)






