SLB se-Luwu Raya dan Toraja Adu Bakat di Ajang FLS3N, O2SN, dan LKSN Palopo

Metroluwuraya.com| Seleksi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), serta Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) tingkat Wilayah IV tahun 2026 resmi digelar di UPT SLB Negeri 1 Kota Palopo, Senin (12/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 sekolah luar biasa negeri maupun swasta yang berasal dari Tana Toraja, Toraja Utara, Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Ajang ini menjadi tahapan seleksi untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili wilayah menuju kompetisi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan hingga nasional.

Selain menjadi arena perlombaan, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan potensi, kreativitas, karakter, serta kemampuan siswa berkebutuhan khusus di bidang seni, olahraga, dan keterampilan.

Pada cabang O2SN, para peserta berkompetisi dalam nomor atletik lompat jauh, bocce, tenis meja, dan lari 100 meter.

Sementara di FLS3N, siswa menampilkan bakat mereka melalui lomba menggambar, mewarnai, melukis, fashion show, pantomim, tari, solo vokal, hingga cipta dan baca puisi.

Adapun pada LKSN, peserta mengikuti berbagai bidang keterampilan seperti tata kecantikan, teknologi informasi, merangkai bunga, pembuatan souvenir, dan tata boga.

Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Bidang PK-PLK Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sary Dyana Muallim, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Ridwan Syam, para kepala sekolah, guru pendamping, dewan juri, serta seluruh peserta lomba.

Dalam sambutannya, Ridwan Syam menekankan pentingnya menjunjung sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan pendidikan khusus di wilayah Luwu Raya dan Tana Toraja.

Sementara itu, Sary Dyana Muallim menyampaikan bahwa ajang talenta bagi pendidikan khusus tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri, kreativitas, dan mempererat hubungan antar sekolah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan layanan pendidikan bagi anak disabilitas melalui dukungan beasiswa maupun pengembangan fasilitas sekolah luar biasa.

Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi siswa berkebutuhan khusus untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan inklusif di Sulawesi Selatan.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *