Santri SMA PMDS Tunjukkan Taji di PIONIRS Milad ke-7 Universitas Muhammadiyah Palopo, Borong Prestasi Bergengsi

Info Palopo148 Dilihat

Metroluwuraya.com | Antusiasme dan kreativitas pelajar Sulawesi Selatan terpancar dalam ajang Pekan Ilmiah, Olahraga, Religi, dan Sains (PIONIRS) yang digelar untuk memperingati Milad ke-7 Universitas Muhammadiyah Palopo pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan tingkat regional ini menjadi ruang pengembangan potensi akademik maupun non-akademik bagi siswa SMA/SMK sederajat se-Sulawesi Selatan.

Guru pembimbing ekonomi, Muhammad Anwar, mengungkapkan bahwa pada cabang Olimpiade Akuntansi, santri hanya mampu mencapai babak semifinal. Hasil tersebut menurun dibanding capaian tahun 2025, saat mereka sukses meraih juara pertama, juara ketiga, sekaligus juara umum, sehingga kali ini belum berhasil mempertahankan piala bergilir.

Kompetisi tahunan tersebut menghadirkan sekitar 20 cabang lomba dari berbagai disiplin, mulai bidang ekonomi, akuntansi, seni, olahraga, religi, hingga teknologi digital. Ajang ini dikemas secara edukatif sekaligus kompetitif, sehingga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.

Salah satu peserta yang tampil menonjol berasal dari santri SMA Pesantren Modern Datok Sulaiman. Lembaga pendidikan berbasis pesantren ini berhasil menorehkan sejumlah prestasi pada berbagai cabang lomba.

Dalam kategori Economic Essay Competition bertema “Peran Gen-Z dalam Mendukung Sustainable Economic Development di Era Digital”, tim yang terdiri dari Army Fhadilah Achmadi, Risdia Aprilia M., dan Aura Achwat Anugrah berhasil meraih juara kedua setelah bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

Prestasi membanggakan juga diraih pada lomba Desain Poster Kesehatan Mental bertema “Stop Bullying, Start Respecting”. Andi Nurazisa Agub sukses meraih juara pertama, menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap isu kesehatan mental yang semakin mendapat perhatian.

Pada cabang lomba melukis tingkat Luwu Raya dan Tana Toraja, santri SMA PMDS kembali menunjukkan kualitasnya dengan meraih sejumlah penghargaan, di antaranya Nur Aqilah A. Morang sebagai juara kedua, Ratu Balqis Basmalani juara ketiga, Andi Nurazisa Agub juara harapan pertama, serta Annisa Sabrina juara harapan kedua.

Sementara itu, pada Olimpiade Akuntansi tingkat provinsi, tiga tim perwakilan SMA PMDS berhasil menembus babak semifinal meskipun belum melaju ke final. Pengalaman serupa juga dialami pada cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an Juz 30 dan Juz 1 serta Speech Contest, yang menjadi pengalaman perdana santri dalam kompetisi regional.

Penutupan kegiatan PIONIRS dilakukan secara resmi oleh Rektor Suhardi M. Anwar yang menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi pelajar yang dinilai mampu menghadirkan inovasi, kreativitas, serta semangat kolaborasi lintas daerah.

Acara penutupan turut dihadiri jajaran pimpinan kampus, mulai wakil rektor, dekan, ketua program studi, hingga civitas akademika. Ajang PIONIRS diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Prestasi yang diraih santri SMA PMDS menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu bersaing dan berkontribusi dalam pengembangan potensi generasi muda, tidak hanya pada bidang keagamaan, tetapi juga akademik, seni, dan inovasi kreatif.

 

 

(Redaksi)

Komentar