Ratusan Pekerja Outsourcing Semen Tonasa Gelar Aksi di Kantor Vendor, Tuntut Upah Sesuai UMK 2026

Uncategorized418 Dilihat

Metroluwuraya.com, PANGKEP | Sekitar lima ratus pekerja yang tergabung dalam Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa menggelar aksi demonstrasi di kantor PT Patriatama Mandiri, Jalan Poros Tonasa 2, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Jumat (30/1/2026).

Aksi tersebut dipicu kekecewaan para pekerja terhadap besaran gaji yang diterima pada Januari 2026. Mereka menilai slip gaji yang dikeluarkan tidak mencerminkan penyesuaian Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2026 sebagaimana telah ditetapkan pemerintah.

Kekecewaan semakin memuncak setelah perusahaan vendor pengelola tenaga kerja outsourcing, PT Patriatama Mandiri-yang menjadi mitra PT Semen Tonasa-menerbitkan rincian upah tanpa mencantumkan kenaikan UMK serta komponen lain yang seharusnya berlaku sejak awal tahun.

Ketua Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa, Alfianto Amir, S.T., yang memimpin langsung aksi tersebut, menegaskan bahwa kehadiran massa merupakan bentuk tuntutan atas hak normatif pekerja. Ia menyebut sangat tidak masuk akal jika kenaikan UMK sudah berlaku, namun realisasinya justru diabaikan oleh pihak vendor, padahal ketentuan tersebut juga tercantum dalam kontrak kerja.

“Kami hanya menuntut apa yang menjadi hak kami. UMK 2026 sudah ditetapkan, tetapi slip gaji yang keluar tidak sesuai aturan dan perjanjian kerja,” ungkap Alfianto di hadapan peserta aksi.

Tak hanya menyoroti pihak vendor, Alfianto juga menyinggung lemahnya pengawasan dari manajemen PT Semen Tonasa, khususnya Departemen Sumber Daya Manusia. Ia menduga skema pengupahan yang merugikan pekerja tersebut tidak terlepas dari peran pihak pemberi kerja utama.

“Pengawasan SDM terkesan longgar. Bahkan kami menduga formulasi upah ini berasal dari pihak pemberi kerja, bukan murni kebijakan vendor,” tegasnya.

Federasi Pekerja Outsourcing Semen Tonasa menegaskan bahwa aksi tersebut bukan yang terakhir. Jika tuntutan penyesuaian UMK 2026 tidak segera direalisasikan, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar dan mendatangi langsung kantor PT Semen Tonasa.

Sementara itu, hingga berita ini disusun, perwakilan massa masih menjalani proses mediasi dengan manajemen PT Patriatama Mandiri guna mencari penyelesaian terkait selisih upah yang dipersoalkan.

(*)

Komentar